Samarinda – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Samarinda terus berinovasi dalam pengelolaan zakat. Kali ini, lembaga tersebut menyalurkan zakat produktif bagi warga Kecamatan Samarinda Ulu melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis usaha lokal, Selasa (4/11/2025).
Melalui program ini, Baznas tidak hanya memberikan bantuan peralatan usaha, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi baru bagi masyarakat miskin ekstrem.
Enam penerima manfaat di Samarinda Ulu terpilih setelah melalui proses asesmen ketat dari total 20 calon penerima yang diusulkan.
Ketua Baznas Kota Samarinda, Ahmad Syahir, menjelaskan bahwa bantuan diberikan dalam bentuk paket usaha seperti ZMart(toko sembako kecil), ZDrink (minuman teh dan kopi), serta ZPT (Zakat Productive Tools) berupa gerobak usaha siap pakai.
“Semua alat usaha kami buat dengan bahan lokal. Jadi bukan sekadar memberi modal, tapi menumbuhkan kemandirian ekonomi keluarga,” ujarnya.
Selain bantuan fisik, penerima juga mendapatkan pendampingan selama tiga bulan. Mereka akan dibina oleh tim monitoring dan komunitas Gerakan Kemandirian Rakyat (GKR), untuk belajar strategi berjualan, promosi digital, hingga pengelolaan keuangan usaha.
“Baznas ingin memastikan bantuan ini tidak berhenti di penyerahan. Harus ada pembinaan dan evaluasi agar usaha benar-benar berkembang,” tambah Ahmad.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, yang memberikan apresiasi atas langkah Baznas dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui pendekatan produktif.
Ia menegaskan, upaya ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Samarinda dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kemandirian pelaku UMKM.
“Kalau masyarakat diberi alat untuk berusaha dan dibimbing dengan benar, insyaallah ekonomi mereka akan tumbuh. Ini lebih efektif dibandingkan bantuan konsumtif,” ujar Saefuddin.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah agar bersinergi memperkuat program serupa, terutama dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem dan menurunkan angka stunting di Samarinda.
“Kalau ekonomi bawah kuat, kesejahteraan masyarakat otomatis naik,” katanya.
Baznas Kota Samarinda menargetkan program zakat produktif ini dapat diperluas ke kecamatan lain di tahun depan. Melalui konsep berbasis produk lokal dan pembinaan berkelanjutan, Baznas berharap masyarakat semakin percaya bahwa zakat bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
“Kami ingin membuktikan bahwa zakat bisa lebih dari sekadar bantuan. Ia bisa menjadi jalan kemandirian dan kebangkitan ekonomi keluarga,” tutur Ahmad Syahir.
Dengan kolaborasi pemerintah, Baznas, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu melahirkan wirausaha-wirausaha baru dari kalangan mustahik — mereka yang sebelumnya menerima zakat, kini berpeluang menjadi pemberi zakat di masa depan.














































