Samarinda, linimasa.co – Untuk mensosialisasikan program 100 hari kerja Andi Harun dan Rusmadi Diskominfo Kota Samarinda bekerja sama dengan RRI membuat Talkshow Coffe Morning “Walikota Menyapa” Program Interaktif Bersama RRI pada Rabu, (17/3/2021)
Talkshow kali ini mengangkat persoalan klasik Kota Samarinda yaitu permasalahan PKL dan parkir liar. Andi Harun yang hadir mengatakan jika melihat secara objektif pertumbuhan kota akan juga dibarengi oleh pertumbuhan PKL, tetapi perlu di tata dengan baik.
Pada prinsipnya Andi Harun mempersilahkan sahabat PKL untuk berjualan, tetapi dengan mengikuti peraturan dari pemerintah
“Saya mempersilahkan kepada para PKL untuk berdagang, tetapi dengan tertib” sebutnya
Terkait parkir liar Andi Harun sudah melihat secara langsung di lapangan khususnya parkir liar di pasar pagi dan pasar sungai dama
“Di pasar pagi dan pasar sungai dama, parkir liar yang menjadi sebab kemacetan. Saat meninjau langsung di lapangan saya melihat parkir di bawah kontrol preman dan ini berbahaya” ungkapnya
Oleh karena itu, Andi Harun akan berupaya untuk berkolaborasi dengan juru parkir liar ini dengan menawarkan sistem bagi hasil 40 : 60 %, jika tidak mau akan ditinggal
Lebih lanjut Andi Harun mengungkapkan Ketika parkir di tata secara baik dan tertib menurut DISPENDA Kota Samarinda, akan ada penambahan PAD 10 milyar
Senada dengan Farid Nurahman selaku pengamat perkotaan dari Ikatan Ahli Perencanaan Kalimantan Timur mengatakan terkait dengan PKL ada hubungan secara langsung dengan ekonomi.
“Di perkotaan biasanya pertumbuhannya akan pesat dan mendekati ruang tengah kota” sebutnya
Lebih lanjut Farid menjelaskan yang menjadi perhatian lebih kita adalah PKL yang berada di atas drainase dan menggangu secara fungsi. Apalagi terkait penanganan banjir, jadi perlu pengaturan secara komprehensif dan regulasi yang tepat
Marjoni Rachman sebagai pengamat kebijakan publik mengungkapkan parkir dan PKL saling berkaitan dan menjadi suatu permasalahan bagi kota yang menuju kota metopolitan.
Marjoni melihat daerah lain sudah menerapkan tata kelola yang efektif terkait persoalan parkir liar
“Contoh Jogja di kawasan wisata malioboro, parkir dilokalisasi di satu tempat. Kemudian di Surabaya menerapkan cara lain, memperbolehkan parkir di pinggir jalan dengan biaya yang tinggi” jelasnya
Lebih lanjut Marjoni memberi masukan kepada Pemerintah kota untuk bisa bekerjasama dengan pihak swasta untuk menangani parkir. Seperti di kota besar menerapkan e-parking di kantong-kantong parkir
Pewarta : Idil , Editor : Iqbal














































