Samarinda, linimasa.co – Sekolah yang dikenal menjadi central pendidikan sebagai proses belajar-mengajar murid dan guru, kedepan juga akan di wujudkan menjadi central pendidikan budaya lokal. Pada Rabu (10/3/2021) di SDN 007 Jl. A. Yani Kecamatan Sungai Pinang sudah dimulai dengan dibuatnya workshop guru membatik di dengan bekerja oleh penggiat seni batik lokal.
Denok Asmiati selaku Kepala Sekolah SDN 007 Sungai Pinang mengatakan ingin merintis sebuah sekolah yang mewujudkan sekolah pusat budaya lokal.
“Pada hari ini kami mengawali langkah dengan kegiatan guru membatik” ungkapnya
Ia menambahkan batik adalah ciri khas suatu bangsa, oleh karena itu kita harus melestarikannya
“Menurut saya sekolah adalah wadah yang tempat untuk memperkenalkan budaya bangsa melalui guru-guru di Sekolah” jelasnya
Kedepan Denok mengharapkan ketika orang-orang berbicara budaya Kaltim, orang akan datang ke SDN 007. Karena 2 – 3 tahun kedepan SDN 007 Samarinda menjadi miniatur budaya lokal
Selain itu tambah Denok, akan ada kegiatan-kegiatan seni lokal lainnya di sekolah ini
“Pusat membatik guru dan murid, murid-murid memainkan alat musik daerah seperti tingkilan dan memainkan sumpit” tambahnya
Andi Harun yang turut hadir mengungkapkan
merasa bangga di tengah pandemi ada kegiatan inovatif di sekolah untuk menunjang keterampilan seni batik khususnya untuk guru dan murid
Andi Harun berharap guru perlu memperkenalkan ragam budaya khususnya kaltim kepada murid-muridnya.
“Guru tidak hanya berfungsi untu mengajar saja, tetapi juga harus mendidik. Karena mendidik memberikan penguatan budi pekerti dan kekuatan karakter anak” tambahnya
Lebih lanjut Andi Harun akan mewujudkan mimpi sekolah SDN 007 untuk menjadi sekolah pusat kebudayaan lokal
“Saya instruksikan kepada kepala Dinas Pendidikan untuk berkordinasi dengan BAPPEDA untuk menindaklanjuti sekolah ini menjadi pusat pendidikan budaya lokal” sebutnya
Pewarta : Iqbal












































