TENGGARONG, Linimasa.co – Asisten I Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutai Kartanegara (Kukar) Akhmad Taufik Hidayat hadir dalam kegiatan doa dan buka bersama anak yatim dan penghafal Qur’an, yang merupakan inisiatif Pasukan Amal Sholeh (Paskas) Kukar. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Naga gang H Sabri Ismail, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Minggu (24/3/2024) lalu.
Kegiatan Ifthor Bahagia yang dilakukan dihadiri kurang lebih 100 anak yatim dan penghafal Qur’an dari beberapa pondok pesantren yang ada di Kukar.
Ketua panitia, Rizky Maulana dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan Ifhtor Bahagia merupakan salah satu rangkaian kegiatan agenda tahunan yang digelar oleh Paskas Kukar. “Adapun tema Ramadan Bahagia tahun ini adalah penuh rasa penuh makna, penuh rasa dengan ampunan, penuh makna dengan Al-Qur’an,” ujar Rizky Maulana.
Bupati Kukar Edi Damansyah dalam sambutannya yang dibacakan oleh Akhmad Taufik Hidayat menyebutkan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna yang sangat dalam bagi semuanya, khususnya bagi para santri yatim dan penghafal Qur’an yang merupakan generasi penerus bangsa, yang akan membawa perubahan dan kebaikan untuk umat, bangsa dan negara.
Pemkab Kukar menyambut usaha yang telah dilakukan oleh Paskas Kukar terkait kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi Paskas Kukar sebagai relawan atau santri masjid kapal munzalan yang bergerak secara ikhlas karena Allah.
“Program Gerakan Infaq Beras yang dilakukan telah mengajak banyak orang untuk memberikan dukungan atau memenuhi kebutuhan beras bagi santri yatim, penghafal Qur’an dan hamba Allah yang istimewa,” ujar Akhmad Taufik Hidayat.
Para santri dianggap sebagai bintang-bintang masa depan, harapan dan doa seluruh masyarakat Indonesia khususnya Kukar.
Bupati Kukar berharap para santri bisa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, agar ke depannya selalu berada di jalan yang benar, selalu tingkatkan keimanan, ketaqwaan kepada tuhan yang maha esa, serta rajin beribadah dan beramal saleh supaya hidup selalu diberkahi.
Para santri diperingatkan untuk terpenting berbaktilah kepada orang tua dan guru, sebab doa restu merekalah yang akan selalu menyertai kalian dalam meraih kesuksesan.
“Berikutnya, giatlah dalam menuntut ilmu pengetahuan, jangan hanya terpaku pada ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan umum agar kalian dapat bersaing di era globalisasi saat ini. Terpenting berbaktilah kepada orang tua dan guru, sebab doa restu merekalah yang akan selalu menyertai kalian dalam meraih kesuksesan,” tambahnya.














































