Tenggarong– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelontorkan anggaran sebesar Rp500 juta untuk subsidi pendistribusian bahan pokok (bapok) ke 18 kecamatan yang tersebar di Kota Raja.
Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah menuturkan biaya subsidi tersebut bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, pihaknya mengucurkan anggaran untuk ongkos transportasi.
“Kita menggunakan dana alokasi transfer dari Pemerintah Pusat senilai 2 persen,” ujarnya belum lama ini.
Edi berharap dengan adanya bantuan subsidi terhadap kebutuhan rumah tangga berupa gas LPG, telur, kecap, garam, dan lain-lainnya dapat menekan laju inflasi di wilayahnya yang menyulitkan masyarakat.
Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi penyebab melonjaknya inflasi pangan. Tarif angkutan yang naik menambah biaya distribusi bahan pangan dari satu daerah ke daerah lainnya.
Menurutnya jika biaya angkutan dapat dikendalikan akan berdampak kepada harga-harga makanan yang lain. Sehingga harga yang lain yang mempengaruhi daya beli bisa dikontrol.
“Jadi stabilitas ketersediaan dan harga pangan dapat dikendalikan. Karena pemerataan distribusi merupakan kunci penyumbang inflasi daerah,” sebutnya.
Sementara Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kukar, Arfan Boma menegaskan untuk memastikan penyaluran bantuan tersebut tepat sasaran dan tidak disalahgunakan pihaknya menggandeng Satuan Tugas Pangan Kukar.
“Kami bekerjasama mengontrol penyaluran pendistribusian ini. Jangan sampai ada harga yang melambung tinggi tidak sesuai dengan distribusi yang sudah ditentukan,” ucapnya.
Beragam program dijalankan pemerintah untuk menekan laju inflasi. Di antaranya menggelar pasar murah di setiap daerah, memastikan kelancaran distribusi serta memastikan ketahanan pangan. (mira)














































