Tenggarong– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyerahkan sebanyak 1.000 beasiswa untuk jenjang pendidikan Strata Satu (S1) kepada guru di Kota Raja.
Hal tersebut dilakukan untuk mengembangkan kompetensi tenaga pendidik melalui program beasiswa Kukar Idaman, yang bertujuan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berakhlak mulia, unggul, dan berbudaya.
Terlebih untuk menyambut pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, SDM yang mumpuni harus disiapkan. Sehingga Pemkab Kukar berkomitmen memfasilitasi pengembangan SDM di Kukar.
Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah menuturkan, pihaknya memberikan peluang bagi guru untuk memperluas wawasannya dengan berkuliah lagi.
Sebagai bentuk komitmen, pemerintah menggandeng 14 perguruan tinggi se- Kalimantan Timur (Kaltim). Sesuai program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Pendek (RPJMD) tahun 2021 hingga 2026 mendatang.
“Beasiswa ini untuk meningkatkan standarisasi dan kompetensi para guru di Kukar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (29/10/2022).
Edi berharap adanya program beasiswa tersebut mampu menghasilkan tenaga pendidik yang berkompeten dan menciptakan peserta didik yang berkualitas.
“Para guru akan menempuh pendidikan hingga selesai S1 dibiayai pemerintah,” ucapnya.
Lebih jauh, Bupati usungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) membeberkan sudah melakukan Memorandum of Understanding atau penandatanganan nota kesepahaman diwakili empat perguruan tinggi.
Di antaranya Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kaltim, Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKES) Widyata Husada Samarinda, Unversitas Terbuka (UT), serta Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda.
Diketahui, perguruan tinggi lainnya yang digandeng pemerintah yakni Universitas Muhammadiyah Kaltim, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag 45) Samarinda, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long Samarinda, Universitas Nahdatul Ulama Samarinda.
Selanjutnya, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI), Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syamsul Ma’arif Bontang, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Widya Cipta Dharma (Stimik Wicida) Samarinda, serta IKIP PGRI Kaltim.














































