Kutai Kertanegara – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah menegaskan penanganan kemiskinan di wilayahnya bisa tepat sasaran, semua pihak harus bekerjasama dengan baik. Persoalan data pun merupakan fokus utama yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Selain itu, ia ingin optimalisasi program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) turut memberikan kontribusi dalam menekan kemiskinan di Kukar. Kendati begitu, tetap harus terukur sehingga data yang ada harus valid.
“Ketika persoalan data sudah rampung, kita sudah bisa mengarah ke sana (TJSP),” tuturnya.
Pihaknya bakal membahas intervensi program penyaluran bantuan melibatkan dunia usaha dan perusahaan. Selanjutnya melakukan koordinasi dengan melakukan forum musyawarah pembangunan TJSP.
Ia mengungkapkan, susahnya mengentaskan kemiskinan karena masalah di dalamnya cukup kompleks. Kendati demikian, Pemkab Kukar akan terus berupaya keras menekan laju angka keluarga kurang mampu.
Orang nomor satu Kukar usungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut berharap verivali DTKS segera tuntas. Pasalnya angka kemiskinan di lingkupnya terus bertambah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kukar pada 2019 lalu tercatat 56.350 orang berstatus miskin. Sementara 2020 tercatat 58.420 warga kurang mampu, pada 2021 jumlahnya kian melonjak yakni 62.360 orang.













































