Samarinda, linimasa.co – Memasuki akhir ramadhan dan menjelang lebaran, Wali Kota Samarinda Andi Harun menghadiri penyerahan secara simbolis bantuan bahan kebutuhan pokok untuk masyarakat pra sejahtera di wilayah Kecamatan Sungai Pinang yang terdampak ekonomi karena covid-19
Bantuan ini diadakan oleh Yayasan Dana Paramita Buddha Maitreya Indonesia di Buddhist Centre Provinsi Kaltim di Jl DI Pandjaitan, Sabtu (8/5/2021)
Andi Harun mengungkapkan rasa terima kasih kepada umat buddha di Samarinda ysng telah memberikan paket bantuan kepada masyarakat pra sejahtera yang membutuhkan bantuan di masa pandemi
“Saya berterima kasih kepada umat Buddha Indonesia yang memberikan bantuan kepada masyarakat pra sejahtera. Semoga kelompok- kelompok lain yang juga memiliki kemampuan dapat berbagi untuk masyarakat terdampak covid-19” ungkapnya
Lebih lanjut Andi Harun menuturkan tentu sangat membuat penerima senang dan merasakan ikatan kemanusiaan kita sangat terjalin kuat
Ia juga memaparkan bahwa pada kesempatan ini dirinya berharap Budish Center bisa ikut mendukung semangat pemerintah dalam mewujudkan Samarinda menjadi kota peradaban.
bahan pokok yang dibagi untuk 1000 warga dan 248 paket sembako untuk ketua RT se-Kecamatan sungai Pinang Dalam dan Pers se-Kota Samarinda dalam rangka menyambut hari raya Idulfitri 1442.
Pendeta Hendri Suwito Ketua Budhist Centre menuturkan bantuan kemanusiaan perlu terus dijalankan membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus upaya mendukung pemerintah
“misi kemanusiaan ini harus selalu ditegakkan dan laksanakan sebagai bagian dari upaya mendukung pemerintah membantu masyarakat yang terdampak covid-19” tuturnya
Ia menyebutkan bantuan sosial ini dilakukan dalam 3 momentum yaitu hari kebangkitan nasional, hari raya idul fitri, dan hari suci waisak.
Sebelumnya pendeta Hendri mengungkapkan selain bantuan sosial, sudah dilaksanakan donor darah dan terkumpul 460 kantong darah
Lebih lanjut dijelaskan pendeta Hendri Paramita foundation adalah salah satu lembaga penerima dana diakui pemerintah atas keputusan Menteri keuangan dan Dirjen bimas buddha diperbolehkan menerima maksimal 8% dari penghasilan bruto yang dipotong sebagai alat pembayaran pajak yang sah oleh negara.
“Jadi bagi masyarakat taat pajak boleh menyalurkan 8% kepada Paramita foundation. Nantinya dana yang terkumpul akan disalurkan ke pendidikan, lingkungan hidup, sosial kemasyarakatan dan lainnya” jelasnya
Pewarta : Idil | Editor : Iqbal














































