Internasional, Linimasa.co – Penderitaan penduduk Palestina tidak pernah tuntas. Israel kembali melancarkan serangan udara di Gaza, Sabtu (15/5/2021) pagi dan menewaskan warga sipil. Tidak mau tinggal diam, kelompok Hamas membalas serangan dengan meluncurkan roket ke ISrael.
Pertempuran yang tidak seimbang ini terus berlanjut, menimbulkan kerusakan, kematian dan penderitaan yang tiada akhirnya. Israel memiliki armada yang lengkap, tank tempur yang mumpuni, angkatan udara dan drone bersenjata canggih, belum lagi sistem intelejen yang tidak diragukan lagi. Dengan kekuatan lebih itu Israel dapat menyerang Palestina sesuka hatinya.
Dibandingkan dengan Israel, kelompok militan Hamas menyerang dengan senjata seadanya. Mereka telah mengerahkan segala cara untuk menjatuhkan Israel.
Dilansir dari BBC, salah satu petinggi militer Israel mengatakan senjata rudal yang dimiliki Palestina termasuk rudal anti tank diyakini diselundupkan melalui terowongan dari Semenanjung Sinai Mesir. Namun menurutnya sistem persenjataan canggih Hamas berasal dari suatu tempat di daerah Jalur Gaza. Para ahli Israel percaya Iran memiliki peranan penting dalam pengembangan pengetahuan dan industri persenjataan di Gaza. Karenanya, hal itulah yang menjadi target dan sasaran utama dari serangan Israel ke Palestina.
“Mereka (Hamas) memiliki ribuan senjata dengan jangkauan yang berbeda-beda. Militer Israel percaya Hamas mampu menciptakan senjata dengan waktu yang begitu signifikan,” ungkap salah seorang petinggi militer Israel seperti yang dilansir dari laman BBC.
Serangan Israel yang membabi buta, serangan udaranya menghancurkan sebuah camp pengungsian Shati Barat jalur Gaza. Dikabarkan tujuh orang tewas termasuk anak-anak dalam serangan udara tersebut. Setidaknya 20 orang terperangkap di bawah reruntuhan bangunan tersebut. Dalam laporan kontrobutor Aljazeera, Safwat al Kahlout mengatakan pasukan Israel memberikan peringatan tembakan roket terhadap dua rumah yang berjarak beberapa langkah dari kantor Aljazeera.
“Kami diberitahu dan semua orang berlindung di kantor. Israel bisa saja membombardir daerah itu kapan saja,” ujarnya
Sementara itu, Palestina melaporkan 11 orang tewas saat terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan Israel di Tepi Barat. Pejabat medis Palestina menyatakan sedikitnya 132 orang tewas di Gaza sejak Senin lalu (10/5/2021), termasuk 32 anak-anak dan 21 perempuan, serta 950 lainnya terluka. Hamas melaporkan seorang perempuan dan anak laki-laki termasuk di antara 4 korban yang tewas dalam serangan udara Israel yang menghantam sebuah rumah milik keluarga Abu Hattab di kamp pengungsi Pantai Kota Gaza.
Redaksi














































