Bontang, linimasa.co – Kebutuhan air bersih tentunya menjadi hal penting dalam kehidupan masyarakat. Sama halnya di Bontang. Terkait hal itu, Ketua DPRD bontang, Andi Faisal Soyan Hasdam mengatakan, adanya dugaan kelangkaan ketersediaan air baku bawah tanah yang akan menipis pada tahun 2026 perlu dicarikan solusi. Jumat (19/3/21)
Dirinya merinci hasil kunjungannya ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kalimantan Timur beberapa waktu lalu, membahas tentang waduk Marangkayu yang dinilai solusi untuk penanggulangan banjir dan ketersediaan sumber air baku tanah untuk kebutuhan Bontang.
“Kami mengadakan pertemuan dengan Dinas PUPR, yang intinya membahas program penanganan banjir di Bontang dan juga membahas kebutuhan ketersediaan air buat Bontang,” jelasnya
Andi Faiz menambahkan jika dilihat dari segi letak dan alternatif pilihan maka waduk Marangkayu merupakan solusi untuk itu.
“menurut saya, solusi yang paling tepat adalah waduk Marangkayu itu, bisa sebagai pencegah banjir dan juga sebagai sumber air nantinya,” tambahnya.
Menurutnya, waduk Marangkayu yang berlokasi di Kutai Kertanegara ini akan memiliki volume tampungan sebesar 12,37 juta m3 dengan luas genangan 455 hektar yang memiliki manfaat untuk irigasi seluas 4.500 Ha, air baku 0,45 m3/detik.
Dengan kapasitas tersebut, bendungan ini juga berpotensi sebagai pembangkit tenaga listrik sebesar 1,35 MW dan mereduksi banjir 0,73 m3/detik.
“Anggarannya nanti bersumber dari APBN termasuk WTP yang ada di Bontang Lestari.” tutrnya
Pewarta Lutfi












































