Maros, linimasa.co – Destinasi wisata Hutan Mangrove Amure telah rampung pengerjaannya. Uniknya kata Amure adalah sapaan akrab Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, H. Andi Muawiyah Ramly dipakai sebagai nama destinasi wisata tersebut.
Menurut Kepala Desa Nisombalia, Zulkarnain, hal tersebut sebagai wujud apresiasi warga Kuri Caddi Desa Nisombalia kecamatan Marusu kabupaten Maros atas bantuan dan program kerjanya yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Kami mewakili warga desa mengucapkan terima kasih kepada Amure yang telah memberikan bantuan dalam aksi peduli lingkungan dengan memberikan 10 ribu bibit Mangrove ,” jelas Zulkarnain.
Sementara Andi Muawiyah Ramly mengungkapkan aksi penanaman Mangrove merupakan prakarsa dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai bentuk kepedulian lingkungan dan kerja sama tim dalam bergotong royong.
“Semoga memberikan dampak positif bagi keberlangsungan fungsi ekosistem baik secara sosial maupun ekonomi bagi masyarakat sekitar. Selain itu dapat mencegah abrasi pantai.” tutur Amure
Dirinya berharap agar mangrove tersebut mampu menjadi habitat untuk binatang laut berkembang biak dan mencari makan serta melindungi pantai dari abrasi laut
“Nantinya akan menjadi pohon yang dapat menyelamatkan lingkungan, khususnya pantai di pesisir Kuri Caddi dari bahaya abrasi dan kebaikan yang bermanfaat bagi makhluk hidup,” ujar mantan komisaris Petro Kimia Gresik ini
Amure menegaskan kehadirannya tidak hanya sekedar untuk bersilaturahmi tetapi ingin mengajak stakeholder untuk turut melestarikan dan menjaga lingkungan hidup di daerah pesisir dengan gerakan penanaman 10.000 pohon mangrove.
“Kami akan menyampaikan kepada Menteri Pariwisata RI dan membantu semaksimal mungkin mempromosikannya. Semoga kelak destinasi ini menjadi ikon wisata baru yang mendunia” tegas pria kelahiran Watampone ini.
Tempat yang sama, Kabid Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Maros, Syamsul mengatakan pihaknya telah mengenal Amure dari para pendamping desa, Amure dikenal sebagai sosok yang peduli dengan pembangunan desa.
“Desa Nisombalia merupakan desa terakhir yang dipilih, dilantik dan menjabat sehari sebelum pelarangan pelantikan di era covid 19. Anggaran 80 desa di kabupaten Maros pada 2020 di angka 86 M meningkat menjadi 88 M di 2021. Kami yakin ini tidak lepas dari perjuangan pung Amure,” Puji Syamsul
Syamsul mengatakan pemerintah desa tidak boleh tergantung hanya dengan Alokasi Dana Desa (ADD) tetapi perlu inovasi-inovasi kreatif dan penguatan leadership. Dengan pengembangan pariwisata yang sejalan dengan Nawa Cita pemerintahan Jokowi dengan desa wisata (DEWI) dan desa digital (DEDI).
“Desa Nisombalia telah membuktikannya dengan pembangunan dan pemberdayaan desa berjalan dengan baik dan sangat efektif,” Papar Syamsul.
Pewarta Daeng Jhon | Editor Reza












































