Balikpapan, linimasa.co – Masyarakat Kota Balikpapan masih mengeluhkan pelayanan air bersih selain masalah tanah longsor banjir, pendidikkan hingga penerangan jalan umum, hal ini diungkapkan masyarakat saat Wakil Ketua DPRD Kaltim saat melaksanakan serap aspirasi dalam masa reses, Kamis (18/02/2021).
Reses juga dirangkai dengan kunjungan lapangan ke lokasi yang menjadi keluhan warga seperti tanah logsor di Kelurahan Gunung Samarinda Balikpapan Utara. Berlanjut dikelurahan Graha Indah tinjau Jalan Taman Sari dan turap parit besar yang mengalami kedangkalan.
Jalan taman sari menjadi akses utama warga untuk ke kota tetapi kondisinya berlubang dan tergenang banjir saat hujan.
“Kami berharap Bapak Sigit bisa memperjuangkan perbaikan jalan taman sari dan drainasenya” ungkap Syahroni ketua Rt 27 Graha Indah.
Selain ini belum meratanya sambungan air bersih PDAM, khususnya masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan maupun wilayah pinggiran kota, paling sering dikeluhkan saat reses.
“Yang paling sering adalah persoalan sambungan air bersih dari PDAM, sehingga perlu segera dicarikan solusi karena PDAM itu yang mengoperasikan distribusi air bersih itu,” ungkap Sigit
Sigit berharap pihak PDAM dapat mencari jalan keluar, sehingga persoalan sambungan baru air bersih bisa teratasi. Mengingat air bersih merupakan kebutuhan utama sehari-hari masyarakat.
“Kalau persoalannya adalah debit air bersih yang kurang kita bisa koordinasi dengan Dinas PUPR Kaltim dan Kementerian agar bisa mengambil bahan baku air dari Waduk Sepaku” terangnya
Terpisah Direktur Utama PDAM Tirta Manggar, Haidir Effendi, membeberkan, sementara untuk semester pertama tahun ini, PDAM telah merealisasikan penambahan sambungan baru.
PDAM memang masih menunggu Waduk Teritip beroperasi secara optimal, mengingat, kurangnya pasokkan air baku juga menjadi persoalan utama untuk sambungan baru.
Menurutnya, rencana mengambil bahan baku dari waduk sepaku menjadi solusi kongkrit mengatasi persoalan air di Kota Balikpapan apa lagi pertumbuhan penduduk yang cenderung meningkat juga membuat capaian 100 persen pelanggan sukar diraih.
“Target itu kami anggap realistis karena juga belum ada penambahan air baku. Kalau proyek Waduk Teritip sudah beroperasi optimal, ketika beroperasi nanti, kapasitasnya 260 liter per detik,” pungkas Haidir
Perlu diketahui saat kunjungan lapangan juga dihadiri pejabat Dinas PU Kota Balikpapan dan Direktur Utama PDAM Kota Balikpapan.













































