KUTIM – PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Kutim menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 di Ruby Meeting Room, Lantai 3 Hotel Mercure Samarinda, Senin (16/2/2026). Forum tahunan ini menjadi momentum strategis dalam menentukan arah kebijakan perusahaan sekaligus mengevaluasi kinerja lembaga keuangan milik daerah tersebut.
Rapat dibuka langsung oleh Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman. Dalam sambutannya, ia menegaskan peran penting BPR sebagai instrumen penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kutim.
Di hadapan jajaran direksi, dewan komisaris, dan para pemegang saham, Bupati menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan perbankan daerah. Menurutnya, tata kelola yang baik menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan keberlanjutan usaha.
Dalam agenda RUPS, direksi memaparkan laporan kinerja sepanjang tahun buku 2025 serta menyampaikan laporan keuangan untuk mendapatkan pengesahan. Dokumen tersebut akan menjadi dasar dalam penentuan pembagian dividen dan kebijakan investasi ke depan.
Selain itu, rapat juga membahas Rencana Bisnis Bank (RBB) Tahun 2026, termasuk opsi penguatan struktur permodalan melalui penjualan atau pengalihan saham. Penguatan modal dinilai penting agar BPR Kutim dapat memperluas penyaluran kredit secara berkesinambungan kepada masyarakat.
Rencana pembangunan kantor baru turut menjadi pembahasan, sebagai bagian dari peningkatan infrastruktur dan pelayanan. Penambahan unsur kepengurusan juga dipertimbangkan guna memperkuat profesionalisme serta meningkatkan responsivitas manajemen terhadap dinamika kebutuhan nasabah.
Bupati Ardiansyah menjelaskan bahwa pelaksanaan RUPS dilakukan lebih awal sebagai langkah strategis untuk menyelesaikan laporan tahun buku sebelum memasuki agenda Ramadan dan Safari Syawal yang cukup padat. Ia juga berharap momentum bulan Sya’ban membawa keberkahan bagi pertumbuhan usaha BPR Kutim.
Sementara itu, Dewan Komisaris PT BPR Kutim, Yulianti, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 pihaknya menjalankan fungsi pengawasan secara intensif untuk memastikan kebijakan direksi berjalan sesuai target dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Ia mengapresiasi kinerja direksi dan seluruh karyawan yang dinilai mampu menjaga stabilitas dan kesinambungan usaha bank. Dukungan pemerintah daerah dan para pemegang saham, lanjutnya, menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi BPR Kutim sebagai lembaga keuangan yang sehat dan terpercaya.
Melalui RUPS Tahun Buku 2025 ini, BPR Kutim diharapkan semakin kokoh dalam manajemen risiko, tertib regulasi, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Kutai Timur. (adv)














































