Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama masyarakat mengikuti peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang digelar di Masjid At-Thohiriyyah, Gang Lestari RT 18, Minggu (18/1/2026) malam. Kegiatan tersebut mengusung tema ajakan untuk meningkatkan kualitas salat sebagai inti ibadah umat Islam.
Peringatan Isra Mikraj berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Ketua Baznas Kutim Masnif Sofwan, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jemaah dari lingkungan sekitar masjid.
Kegiatan keagamaan ini diselenggarakan oleh pengurus Masjid At-Thohiriyyah sebagai bagian dari agenda Hari Besar Islam (HBI) dan dirangkaikan dengan peringatan Milad ke-25 Baznas Kutim. Selain menjadi sarana memperdalam pemahaman spiritual atas peristiwa Isra Mikraj, momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat.
Dalam laporan pembuka, pengurus Masjid At-Thohiriyyah, Ustaz Jauhar Syeftian Nazif, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran para alim ulama, kiai, ustaz, serta tokoh masyarakat yang dinilainya membawa keberkahan bagi seluruh jemaah. Ia juga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Baznas Kutim yang genap berusia 25 tahun dan selama ini dinilai konsisten berperan aktif membantu masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
Penghargaan turut disampaikan kepada Bupati Kutim atas perhatian dan dukungan nyata terhadap kegiatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat. Pada kesempatan tersebut, pengurus masjid dan jemaah mengucapkan terima kasih atas bantuan satu unit ambulans yang telah diserahkan kepada Masjid At-Thohiriyyah dan dinilai sangat bermanfaat, khususnya dalam kondisi darurat kesehatan. Selain itu, bantuan satu ekor sapi kurban yang diterima beberapa tahun lalu juga masih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga kini.
Dalam kesempatan yang sama, pengurus masjid turut menyampaikan kondisi pembangunan masjid permanen yang masih terus diupayakan secara swadaya. Saat ini, bangunan masjid yang digunakan masih bersifat sementara, sementara pembangunan masjid utama membutuhkan dukungan berkelanjutan.
Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam peringatan Isra Mikraj. Menurutnya, kegiatan keagamaan memiliki peran strategis dalam menjaga dan memperkuat keimanan umat, terlebih menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan.
Bupati juga mengungkapkan rencana pembangunan Islamic Center di Kutim sebagai bagian dari melanjutkan cita-cita almarhum Awang Faroek Ishak. Islamic Center tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial umat Islam, dengan target penyelesaian dalam kurun waktu dua hingga empat tahun ke depan.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun anggaran berjalan, fokus pembangunan masih diarahkan pada proyek Islamic Center. Sementara itu, permohonan bantuan untuk masjid lainnya akan dievaluasi dan dipertimbangkan pada tahun-tahun berikutnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan masyarakat, khususnya kaum ibu, agar segera menunaikan kewajiban mengganti puasa sebelum memasuki bulan Ramadan, mengingat saat ini telah memasuki 1 Syakban.
Tausiah agama disampaikan oleh Ketua Baznas Kutim Masnif Sofwan yang menekankan makna Isra Mikraj sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas salat. Ia menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mikraj merupakan bentuk penghiburan dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW setelah melewati masa duka mendalam yang dikenal sebagai amul huzni.
Masnif menegaskan bahwa perintah salat lima waktu merupakan inti dari Isra Mikraj dan menjadi amalan pertama yang akan dihisab di akhirat. Menurutnya, keberhasilan sejati seseorang tidak diukur dari harta maupun jabatan, melainkan dari kedisiplinan dan kekhusyukan dalam menunaikan salat.
Ia juga mengingatkan jemaah agar tidak menunda-nunda salat serta senantiasa memprioritaskan kewajiban kepada Allah SWT di atas kepentingan duniawi. Selain itu, Masnif mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian sosial melalui Baznas dengan membantu mendata warga yang membutuhkan, termasuk fakir miskin dan pelaku UMKM yang memerlukan dukungan modal.
Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid At-Thohiriyyah ditutup dengan doa bersama, sebagai harapan agar Kabupaten Kutai Timur senantiasa mendapat keberkahan, masyarakatnya hidup sejahtera, dan keimanan umat semakin kokoh. (adv)














































