KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menunjukkan komitmennya terhadap program nasional “Sekolah Rakyat” dengan menetapkan kawasan Simono sebagai lokasi pembangunan sekolah tersebut. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, memastikan bahwa lahan itu dipilih karena kesiapan dan efisiensi biaya yang jauh lebih baik dibandingkan opsi sebelumnya.
Pemkab Kutim sebelumnya mengkaji penggunaan lahan di Jalan AMD. Namun setelah dilakukan kajian teknis, lokasi tersebut dinilai tidak layak karena tingginya biaya pematangan lahan. “Untuk mengurus lahannya saja butuh Rp 60 miliar. Itu tidak efisien,” ujar Ardiansyah.
Ia meminta perangkat daerah terkait segera menuntaskan proses administrasi lahan di Simono dan berkoordinasi dengan kementerian untuk mempercepat tahap pembangunan. Bupati juga menegaskan agar tidak ada penundaan dalam proses penetapan.
“Saya minta segera tetapkan lahan di Simono dan laporkan ke Kementerian serta Dinas Sosial,” instruksinya.
Ardiansyah turut menyambut positif konsep Sekolah Rakyat yang mengintegrasikan pendidikan dasar hingga menengah dengan model asrama bagi anak-anak prasejahtera. Ia menyebut program itu sangat penting untuk menjawab kebutuhan akses pendidikan di Kutai Timur. (adv)














































