KUTIM – Kesejahteraan para Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) menjadi perhatian utama. Pola karier dan pengembangan profesionalisme hendaknya terbebas dari campur tangan politik maupun kepentingan lain yang dapat mengganggu netralitas.
Kemandirian dan netralitas Korpri harus senantiasa dijaga, karena hal tersebut menjadi dasar kekuatan organisasi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, efektif dan berwibawa.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menegaskan peningkatan kualitas ASN melalui pembinaan yang berjenjang. ASN mampu bersikap secara profesional di ranah birokrasi sehingga program pembinaan ke depan akan diarahkan lebih komprehensif.
“Mencakup penguatan fisik, peningkatan integritas serta penumbuhan solidaritas,” ujarnya.
Sementara, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber daya Manusia (BKPSDM), Misliansyah mengatakan dalam menghadapi Porprov 2026, Korpri Kutim mulai memetakan potensi atlet ASN di berbagai instansi.
“Kita siapkan program latihan rutin guna menciptakan tim yang kompetitif dan representatif agar mampu tampil maksimal,” jelas dia.
Dengan persiapan matang dan kebersamaan seluruh anggota akan memberikan hasil terbaik di Porprov sekaligus menjadikan Korpri sebagai wadah pembinaan ASN yang unggul dan berdaya saing.
“Membentuk ASN yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pelayanan publik modern. Sehingga mampu membangun sinergi melalui semangat olahraga,” pungkasnya. (adv)














































