SAMARINDA – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Kelompok Umur FPTI Kalimantan Timur 2026 resmi digelar di Venue Climbing Center GOR Kadrie Oening Samarinda, Rabu (13/5/2026). Ajang pembinaan atlet muda tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, dan diikuti 128 atlet dari sembilan kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
Daerah yang turut ambil bagian dalam kejuaraan ini meliputi Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Berau, Penajam Paser Utara, dan Paser. Kompetisi berlangsung selama empat hari hingga 16 Mei 2026 dengan mempertandingkan berbagai kategori usia serta memperebutkan 66 medali.
Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri menegaskan bahwa olahraga panjat tebing tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, disiplin, dan mental bertanding bagi generasi muda.
Menurutnya, olahraga tersebut membutuhkan perpaduan kemampuan fisik, konsentrasi, keberanian, dan daya juang tinggi untuk mencapai hasil terbaik dalam kompetisi.
“Ajang ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana atlet mampu membangun mental, disiplin, dan semangat pantang menyerah,” ujarnya.
Ia berharap Kejurprov Panjat Tebing Kaltim 2026 mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya dapat bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Dengan dukungan fasilitas panjat tebing yang dinilai representatif dan bertaraf internasional, para atlet diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan melalui latihan yang konsisten.
Saefuddin juga memberikan apresiasi kepada Pengprov FPTI Kaltim serta seluruh panitia yang telah mempersiapkan pelaksanaan kejuaraan dengan baik. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat pembinaan olahraga sekaligus mempererat hubungan antardaerah di Kalimantan Timur.
Selain pertandingan panjat tebing, rangkaian kegiatan tahun ini turut diramaikan dengan lomba fotografi olahraga yang menghadirkan perspektif kreatif dalam mempromosikan cabang olahraga ekstrem tersebut kepada masyarakat luas.
Ketua Umum FPTI Kaltim, Elly Luchrita Nova Saefuddin Zuhri, menyampaikan bahwa kejuaraan ini merupakan bagian dari proses pembinaan atlet usia dini agar mampu berkembang secara berkelanjutan dan siap menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
Menurutnya, panjat tebing bukan hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga memerlukan fokus, keberanian, dan semangat juang tinggi untuk mencapai prestasi.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan komunitas fotografi dalam mendokumentasikan perjuangan atlet selama pertandingan berlangsung. Dokumentasi visual dinilai memiliki peran penting dalam memperkenalkan olahraga panjat tebing kepada masyarakat sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Melalui Kejurprov Panjat Tebing Kaltim 2026, diharapkan lahir atlet-atlet muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Timur di berbagai ajang olahraga nasional maupun internasional. (adv)














































