Bontang, linimasa.co – Kunjungan kerja Komisi III DPRD Kota Bontang dan dipimpin langsung oleh Amir Tosina menyambangi turap beton yang longsor diterjang banjir Selasa (23/03/2021) Pagi.
Turap yang terletak di Jalan Bulu Tangkis II RT. 40 Kelurahan Api-Api, Bontang Utara. Dibangun pada tahun 2014 silam, menghabiskan anggaran sebesar 1,6 Miliar. Namun menurut pernyataan salah satu tokoh masyarakat turap mengalami pergeseran setelah setahun pasca dibangun.
Pengerjaan kontruksi yang tidak maksimal diduga menjadi penyebab ambuknya turap penyangga tanah yang berbatasan antara pemukiman warga RT. 40 dengan Sungai Siagian.
Menurut pengakuan Iriansyah selaku tokoh masyarakat setempat, “Di bawah bangunan turap ada lubang, ini yang menyebabkan turap patah.” ujarnya.
Turap sepanjang 160 meter mengalami patah di salah satu tiang yang menyebabkan tanah merembes hingga 5 meter ke badan sungai yang meyebabkan lebar sungai menyempit sehingga air sungai meluap saat hujan dan menyebabkan banjir.
“Padahal konsultan berjaga disini (saat pembangunan berlangsung), tapi kami tidak mencampuri masalah teknis.” lanjutnya.
Abdul Samad anggota Komisi III DPRD Bontang memaparkan, “Kalau kami menyikapi dengan melihat kondisi yang ada, saya menyarankan jika ada pengerjaan turap, agar mengeruk bibir sungai lebih melebar bukan mengambil sisi di dalam sungai. ini yang menyebabkan sungai mengecil dan tidak bisa mengatasi banjir.” pungkasnya.
Komisi III DPRD Bontang melalui Abdul Samad berjanji akan mencarikan solusi dalam waktu dekat.
Pewarta Lutfi












































