Bontang, linimasa.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas llA Bontang gelar tes urin dadakan, Rabu (24/2/2021) untuk memaksimalkan pelayanan terhadap publik serta tepis isu miring.
Kegiatan yang hampir melibatkan seluruh pegawai dan pejabat struktural ini berlangsung pukul 10.15 WITA.
“Kalau kita aja masih kotor bagaimana kita dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucap Kepala Lapas kelas llA Bontang Ronny Widyatmoko.
Dikatakan Ronny berapa waktu lalu, sempat ada pemberitaan tertangkapnya warga yang mana melakukan penyalahgunaan narkoba dengan mengatasnamakan Lapas Bontang. Tak ingin isu itu beredar begitu saja, kegiatan tes urin tersebut menjadi salah satu pembuktian bahwa isu itu tidak benar.
“Biasalah, itu kan untuk melindungi diri. Jadi lagi-lagi lapas yang jadi kambing hitamnya. Ini aja tes urin kita gelar secara dadakan, tak ada rekayasa. Pegawai baru kita umumkan pukul 09.00 tadi. Toh ada yang pengguna narkoba mereka pasti gak berani tes urin,” jelasnya pada awak media.
Diketahui, sebanyak 60 dari jumlah keseluruhan 85 pegawai yang terdaftar untuk melakukan tes urin hanya 53 pegawai.
“Karena mereka sedang menjalankan tugas pengawalan, maka pegawai yang belum melakukan tes urin akan menyusul,” sambungnya.
Disinggung mengenai hasil dari tes urin itu sendiri, Ronny mengatakan akan memberitahu awak media secepat mungkin.
“Nanti akan kami berikan rilisnya secepat mungkin bila hasilnya sudah keluar,” tuturnya.
Kendati demikian, Ronny mengutarakan kegiatan awal tahun ini nantinya akan disusul dengan razia gabungan tes urin terhadap para tahanan.
“Kita akan kerjasama dengan devisi kemasyarakatan kanwil, BNNK Bontang dan Polres Bontang. Teknisnya nanti kita ambil secara acak tanpa rekayasa. Sekitar bulan tiga atau empat nanti,” seru Ronny.
“Tes urin ini kita dibantu oleh petugas kesehatan internal. Apabila hasil tes urin nanti ada yang positif maka akan langsung dilakukan penindakan,” tambahnya.
Pewarta Lutfi












































