Tenggarong – Pemerintah kabupaten Kutai kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menargetkan Kukar menjadi kabupaten layak anak (KLA) pada tahun 2024.
Hal itu disebutkan Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A Kukar, Nurul Fitriningsi. Menurutnya, tiap kabupaten memiliki penilaian masing-masing tentang standarisasi organisasi kabupaten.
“Kabupaten kota layak anak itu bukan lomba tapi standarisasi untuk organisasi kabupaten. Jadi ada penilaiannya sendiri, dan ada tingkatannya. Pertama predikat nindya baru yang terakhir Kota Layak Anak,” katanya pada Senin (4/12/2023).
Disebutkan, salah satu syarat pencapaian standar KLA adalah pengakuan hak partisipasi anak dalam kegiatan-kegiatan sesuai dengan minat dan bakat anak-anak. Dalam prosesnya, DP3A Kukar juga tidak membedakan perlakuan terhadap anak laki-laki dan perempuan, maupun anak berkebutuhan khusus.
“Semua setara, anak harus diakui hak partisipasinya dalam kegiatan-kegiatan di genre-nya. Misalnya, anak suka olahraga, seni, budaya, atau pendidikan, kita fasilitasi mereka untuk mengembangkan diri,” ungkapnya.
Fasilitas Bagi Semua Anak
Pada proses penilaian itu, tidak ada perbedaan antar tiap anak termasuk anak berkebutuhan khusus, DP3A. istilah yang digunakan juga harus manusiawi dan dilarang menggunakan istilah normal atau tidak normal.
“Anak berkebutuhan khusus itu kita masukkan juga, tidak membedakan anak laki-laki dan perempuan. Jadi anak-anak tidak boleh disebut normal atau tidak normal, tapi berkebutuhan khusus,” sebutnya.
Selain itu, pihaknya juga memerhatikan beragam fasilitas dan aksesibilitas. Sama seperti perlakuan pada setiap anak, anak-anak yang termasuk dalam disabilitas juga mendapat hak yang sama. Bahkan, di tiap perkantoran akan dibuatkan fasilitas khusus bagi anak disabilitas.
“Di setiap kantor-kantor juga ada fasilitas untuk anak disabilitas, misalnya jalur mereka berbeda. Contohnya kita punya namanya mall pelayanan publik yang ada fasilitas ruangan untuk anak disabilitas,” paparnya.
Dia berharap upaya tersebut dapat melancarkan proses guna meraih predikat KLA di tahun 2024. Pihaknya mengaku optimis lantaran sudah berupaya maksimal sejauh ini.
“Tentu kita harus optimis, karena kita sudah bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, masyarakat, media, dan organisasi anak. Kita merangkul semua dan memberi yang terbaik bagi anak-anak,” tutupnya.











































