Samarinda, linimasa.co – Masih dalam suasana bulan syawal, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan timur menyelenggarakan Halal bihalal dan silaturrahim idul fitri 1442 H keluarga besar Muhammadiyah Kalimantan Timur yang turut dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Busyro Muqoddas secara virtual, Rabu (2/6/2021) di Aula lantai 4 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kalimantan Timur Suyatman mengatakan kegiatan ini guna merajut persaudaraan, persatuan sehingga mengokohkan barisan Persyarikatan Muhammadiyah dalam menjawab problematika umat dan bangsa.
“Sehingga meningkatkan kiprah muhammadiyah untuk kepentingan masyarakat, berbangsa bahkan untuk dunia,” tuturnya

Lebih lanjut Suyatman mengatakan Muhammadiyah di Kalimantan Timur selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, terkhusus saat pandemi covid-19 dan bencana yang terjadi di Indonesia
“Warga Muhammadiyah bergotong royong di dalam membantu secara moril dan materil untuk korban bencana yang membutuhkan uluran tangan” ungkapnya
Kemudian Dibidang pendidikan Kalimantan Timur Suyatman menjelaskan Muhammadiyah terus berkontribusi di dalam pendidikan dari TK, SD, SMP, SMA/SMK yang tersebar di seluruh daerah sampai berdirinya perguruan tinggi kebanggaan warga Muhammadiyah yaitu UMKT
Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dalam sambutannya mengungkapkan secara pribadi berbangga dengan warga Muhammadiyah
“Saya berharap Muhammadiyah tetap konsisten dalam bidang dakwah dan kesehatan dalam rangka ikut mencerdaskan bangsa dan menegakkan amar ma’ruf nahi Munkar” tuturnya
Lebih lanjut Isran mengungkapkan warga Muhammadiyah turut berperan dalam pembangunan di Kalimantan Timur
“Saya yakin warga Muhammadiyah menjadi garda terdepan dalam mensukseskan pembangunan di Kalimantan Timur” ungkapnya

Busyro Muqoddas dalam pemaparannya secara virtual mengatakan di bidang pendidikan ada 170 Universitas Muhammadiyah yang tersebar di Indonesia, pembiayaannya dari waqaf warga Muhammadiyah, dibandingkan Universitas negeri pemerintah sebanyak 121
“Negeri ini butuh modal sosial dan kontribusi Muhammadiyah di bidang pendidikan sudah dimulai sejak sebelum kemerdekaan” tuturnya
Melihat kondisi bangsa yang terus digerogoti oleh perilaku korupsi, Sebagai mantan pimpinan KPK Busyro mengungkapkan korupsi termasuk extra ordinary crime, kejahatan yang luar biasa. Koruptor perlu di miskinkan kembali, karena telah merugikan negara
“Hingga 2015 pelaku tindak korupsi 86 % dari lulusan perguruan tinggi. Hal ini sudah melanggar Akhlakul Karimah dan tidak mencerminkan kepribadian yang baik” paparnya
Kepada warga Muhammadiyah Kalimantan timur Busyro memberikan contoh bahwa Muhammadiyah sudah memberikan contoh melalui tokoh-tokoh Muhammadiyah yang diamanahkan menjadi pejabat tinggi negara sekelas menteri dengan hidup penuh integritas, kesederhanaan, dan kesahajaan
Busyro berharap PWM Kalimantan Timur mengambil Peran PWM untuk merumuskan tafsir sosial kebangsaan kenegaraan surat/ayat-ayat tematik menuju aktualisasi konkrit islam dan pancasila
Dalam closing statementnya Busyro mengajak warga Muhammadiyah untuk meningkatkan dakwah dalam keluarga. Agar generasi muda memiliki akhlakul kharimah di dalam bermasyarakat
Pewarta : Idil | Editor : Iqbal














































