Samarinda, linimasa.co – Puslatbang KDOD-LAN mengadakan Ekspose Strategi Kebijakan Pengembangan ASN Mitra IKN di Auditorium Makarti Bhakti Nagari Puslatbang KDOD-LAN, Senin (10/10/2022). Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi, Deputi II Lembaga Administrasi Negara Agus Sudrajat, Asdep Manajemen Talenta dan Peningkatan Kapasitas SDM-KEMENPAN RB Syamsul Rizal serta perwakilan Direktorat Aparatur Negara dan Transformasi Birokrasi BAPPENAS
Pemindahan IKN tidak terlepas dari pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN). Paradigma pemerintahan yang diterapkan di IKN nantinya mengarah pada konsep pemerintahan pintar yang efektif dan efisien.
Hadirnya Ibu Kota Nusantara di Kalimantan ini memberikan peluang sekaligus tantangan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan daerah yang berkualitas pula, termasuk pada kompetensi ASN daerah mitra IKN
Muhammad Aswad Kepala Puslatbang KDOD-LAN dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini dihadiri 20 Pemerintah daerah di wilayah Kalimantan dengan peserta 132 orang.
Kegiatan ini merupakan rangkaian komitmen PUSLATBANG KDOD-LAN untuk berkontribusi dalam pengembangan ASN daerah penyangga/mitra ibukota negara
“Semoga Puslatbang KDOD-LAN memberikan kontribusi dalam meningkatkan ASN yang maju, berkompeten dan berkelas dunia” ungkapnya
Kemudian Agus Sudrajat selaku Deputi II Lembaga Administrasi Negara sebagai opening remaks menjelaskan hadirnya IKN sebagai motor penggerak baru dan akan menjadi peradaban baru, maka diperlukan ASN yang maju untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan pemerintahan yang efisien dan smart
“Perpindahan ibukota sebagai momentum peningkatan SDM. Organisasi akan menjadi hebat ketika SDM unggul dan maju” tuturnya
Ia menjelaskan Menurut penelitian dari studi kasus di Australia, SDM di penyangga ibukota mengalami kesulitan di dalam aktivitas sosial dan ekonomi
Oleh karena itu, menurutnya mewujudkan tata pemerintahan yang baik perlu ditunjang oleh ASN yang mampu bekerja secara profesional yang nantinya akan mampu menjalankan tata kelola organisasi yang agile
SDM aparatur pemerintah hsrojus mampu mengakomodasi perubahan dan tantangan, sehingga perlu adaptif terhadap itu
Agus menyebutkan hampir semua pemimpin kota penyangga sepakat untuk berakselerasi menjadi kota yang maju dan smart
“Untuk menunjang ibukota negara maka profile ASN di kota penyangga dibantu oleh segenap komponen yang ada dan pemimpin di daerah, harus dihadapkan menjadi role model bagi daerah lainnya” jelasnya
Adanya karakteristik ASN yang diharuskan profesional, modern dan adaptif. Diperlukan peningkatan kompetensi untuk menjawab peluang hadirnya ibukota negara di Kalimantan Timur
Kemudian dalam diskusi Ekspose Policy Paper yang dipaparkan oleh Rustam dari Puslabang KDOD-LAN menjelaskan saat ini proses pembangunan sedang berjalan dan setelahnya kita perlu menyiapkan SDM terkait dalam hal ini adalah ASN yang berkompeten dan profesional dan maju khususnya bagi ASN mitra ibukota negara
Dalam perpres yang sudah terbit disebutkan akan ada 100.023 ASN yang akan pindah ke IKN , rinciannya 54% ASN laki-laki dan 46% ASN perempuan
Kemudian menurut data, Rustam menyebutkan Indeks profesionalitas ASN tahun 2021 untuk daerah penyangga daerah masih masuk dalam kategori sangat rendah
Hal ini disebabkan karena daerah kabupaten/kota penyangga ibukota masih minim dalam mengalokasikan anggaran pengembangan SDM untuk para ASN
Permendagri no 64 tahun 2020 mengatur Besaran alokasi anggaran Pengembangan SDM aparatur 0,34% untuk provinsi dan Anggaran untuk kabupaten/kota adalah 0,16%. Sementara masih ada dua kabupaten kota di Kalimantan Timur yang masih minim dalam alokasi anggaran pengembangan SDM tersebut
Lebih lanjut dijelaskan Rustam Daerah penyangga IKN masih melakukan pengembangan SDM rutin, namun dengan kondisi IKN di depan mata daerah perlu melakukan pengembangan sesuai dengan kebutuhan yang ada
“Masing – masing mitra IKN masih melakukan pengembangan rutin , bukan pada pengembangan kebutuhan menghadapi IKN” Ujarnya
Saat ini daerah – daerah juga perlu diapresiasi karena sedang membangun Model pengembangan kompetensi seperti optimasi LMS di kota Balikpapan
“Sebenarnya di daerah banyak potensi dan hal ini perlu selaras dengan peningkatan kompetensi ASN dalam pengelolaannya” jelasnya
Asdep Manajemen Talenta dan Peningkatan Kapasitas SDM-KemenPAN RB Syamsul Rizal yang hadir secara virtual mengatakan
perlu menjadi perhatian bersama untuk ASN di wilayah penyangga IKN menurut pendidikan untuk S2 masih 6%, dan saat ini masih di dominasi oleh pendidikan SMA kebawah sekitar 21% yang diharapakan nanti dapat adaptif terhadap teknologi
Kemudian pihaknya akan terus melakukan upaya peningkatan kompetensi dengan melakukan assessment untuk sebagian ASN
“Kita akan assessment untuk sebagian ASN untuk kita tingkatkan kompetensinya, jadi sesuai dengan kebutuhan kompetisi yang diinginkan” ungkapnya
Kemudian ia berharap semua pimpinan instansi di daerah diperlukan menjadi jadi ujung tombak untuk melakukan penilaian kinerja pegawainya
Lalu menurutnya perlu dilakukan analisis kompetisi yang diperlukan untuk kebutuhan kompetisi ASN di IKN. Jadi saat penempatan ASN dapat disesuaikan
diakhir tanggapannya ia mengatakan ASN kedepan didesain merdeka belajar dan merdeka bekerja
Menyikapi permasalahan pengembangan kompetensi ASN mitra IKN, Puslatbang KDOD-LAN menawarkan empat strategi kebijakan pengembangan kompetensi ASN daerah mitra IKN, yaitu :
- Pengembangan variasi model-model pengembangan kompetensi yang berbiaya murah
- Pengutamaan kebijakan pengembangan kompetensi ASN mitra IKN
- Pemenuhan kelengkapan dokumen perencanaan pengembangan kompetensi ASN mitra IKN
- Pelibatan kementerian/lembaga untuk transfer kompetisi dalam bingkai program afirmasi pengembangan kompetensi ASN mitra IKN
Keempat strategi tersebut dinilai akan mampu untuk memperkuat upaya pemenuhan kompetensi ASN daerah mitra IKN














































