Samarinda, linimasa.co – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kalimantan Timur dan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kalimantan Timur melaksanakan Pelantikan beserta seluruh Pimpinan Cabang (PC) baik IPNU maupun IPPNU Se-Kaltim. Agenda pelantikan ini dirangkai dengan Rapat Kerja Wilayah yang dilaksanakan di Auditorium 22 Dzulhijjah UINSI Samarinda dirangkai pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Dosis 2 dan Booster pada Minggu, 27 Maret 2022.Sabtu, (26/03/22).
“IPNU secara kongkrit mendukung pemindahan IKN ke Kalimantan TImur. IPNU juga kedepan harus mampu mendistribusikan kadernya di post-post strategis.” tutur Ketua Umum PP IPNU, Aswandi Jailani dalam sambutannya
Agenda Pelantikan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU Rekan Aswandi Jailani didampingi oleh Bendahara Umum dan Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU Rekanita Nurul Hidayatul Ummah didampingi Sekretaris 2 PP IPPNU, Wakil Ketua PWNU Kaltim KH. Boechorie Noer, Kepala Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama dan Ormas, Majelis Alumni (MA) IPNU Ismed Indah, Pengurus IPPNU Kaltim serta unsur Lembaga-Badan Otonom NU Se-Kaltim dan OKP.

Menurut Ketua PW IPNU Kaltim, Ahmad Habibie Mubarak pelaksanakan pelantikan IPNU dan IPPNU di Kaltim merupakan sebuah momen yang baik, pasalnya seluruh mata tertuju kepada Kalimantan Timur terkait dengan pemindahan ibu kota negara.
“Pelantikan di Kaltim ini adalah sebuah sejarah yang patut disyukuri karena kehadiran Ketua Umum IPNU IPPNU langsung. Mengingat Kaltim sedang bersiap menghadapi perubahan segala sektor karena pindahnya Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kaltim, saat ini Kaltim menjadi perhatian khusus bagi kami untuk siap menjadikan IPNU di Kaltim sebagai barometer IPNU di Indonesia.” ujar Ahmad Habibie Mubarak, .
Hal senada diungkap pembina IPNU Kaltim Sapto Setyo Pramono, pelantikan dan Rakerwil ini mendapat dukungan penuh oleh Pembina-Pembina IPNU IPPNU Kaltim, mengingat khidmatnya melalui NU tidak perlu diragukan lagi.
“IPNU dan IPPNU Kalimantan Timur kami anggap sebagai anak dan perlu didukung setiap langkahnya, karena saya ingin diakui sebagai santrinya Mbah Romo Yai Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama” kata Sapto Setyo Pramono.
Kegiatan pelantikan dirangkai dengan vaksinasi massal untuk dosis pertama, kedua dan boster bekerjasama dengan BIN dan Dinas Kesehatan Kota Samarinda.













































