Bontang, linimasa.co – Beberapa tahun terakhir ini banjir menjadi salah satu momok bagi warga Bontang, hingga saat ini baik pemerintah dan legislatif terus mencari upaya penanggulangan banjir tersebut.
Wakil Ketua Komisi lll DPRD Bontang, Abdul Malik menyampaikan agar penanganan banjir bisa dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pasalnya perlu penanganan khusus dan menjadi bagian pembangunan yang perlu dicarikan solusinya.
“Ya, kami berharap pemimpin Bontang yang baru dapat merealisasikannnya.” ungkapnya
Ditemui usai Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Reses Masa Sidang II DPRD Bontang, di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Abdul Malik membeberkan jika Pemkot Bontang bersama pemerintah pusat dan provinsi sudah berkoordinasi terkait penanganan masalah banjir tersebut. Selasa (6/4/2021)
“Sudah ada kesepakatan, untuk penanganan di hulu menjadi ranahnya Pemprov Kaltim. Kemudian wilayah hilir pemerintah pusat, sedangkan Bontang di wilayah tengah,” terangnya kepada awak media.
Disamping itu, Malik menyarankan agar persediaan bahan baku air dan kesejahteraan masyarakat Bontang dimasukkan ke dalam RPJMD.
“Bekas tambang Indominco Mandiri, Bendungan Marangkayu, maupun Bendungan Suka Rahmat, dapat dimanfaatkan untuk masyarakat Bontang” ujarnya.
Politisi PKS ini menambahkan agar pemulihan ekonomi masyarakat dapat menjadi priorotas pasca pandemi melalui pengembangan usaha kecil menengah.
“Selama pandemi masyarakat mengalami penurunan pendapatan jadi ada baiknya pembinaan UMKM dilakukan,” tuturnya











































