SAMARINDA — Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Hal tersebut disampaikan dalam Silaturahmi Pemkab Kukar bersama badan usaha yang digelar di Hotel Fugo Samarinda.
Aulia mengatakan bahwa pemerintah dan perusahaan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus saling menopang layaknya satu keluarga besar.
“Masalah bapak ibu adalah masalah kami. Masalah kami juga menjadi masalah bapak ibu. Kita satu keluarga besar Kutai Kartanegara,” ucapnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan. Aulia menegaskan bahwa APBD Kukar sangat dipengaruhi oleh kinerja perusahaan, terutama yang bergerak di sektor pertambangan dan migas.
Namun, ia mengingatkan perusahaan agar tidak hanya fokus pada produktivitas, tetapi juga kondisi sosial masyarakat. Ia meminta perusahaan memastikan bahwa kesejahteraan warga tetap terjaga bahkan setelah aktivitas tambang selesai.
Aulia juga menyinggung 17 program unggulan Kukar Idaman, yang disebutnya membutuhkan dukungan aktif dari perusahaan. Kolaborasi yang tertib, terencana, dan terkoordinasi diperlukan agar pemerataan pembangunan dapat berjalan optimal.
Ia menutup sambutan dengan penegasan bahwa Pemkab Kukar akan selalu hadir sebagai mitra dunia usaha dalam mencari penyelesaian setiap persoalan.
“Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya. Kita cari bersama. Kukar ini rumah kita bersama,” pungkas Aulia.













































