PENAJAM – Wakil Bupati (Wabup) Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, menggulirkan wacana pembangunan musala di lingkungan Kantor Bupati PPU. Langkah ini diusulkan karena fasilitas ibadah yang tersedia saat ini dinilai kurang memadai bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin menjalankan salat.
“Ruangan yang saat ini digunakan sebagai musala sangat kecil. Kita lihat di bulan puasa ini pegawai harus antre untuk melaksanakan salat berjamaah,” ujar Waris, Jumat (14/3/2025).
Selain musala di dalam gedung kantor, ASN sebenarnya bisa menunaikan salat di Masjid Agung Al Ikhlas. Namun, lokasinya yang berjarak hampir satu kilometer dari kantor bupati dianggap kurang praktis bagi pegawai, terutama saat jam kerja.
“Kasihan juga kalau pegawai harus menempuh jarak yang relatif jauh hanya untuk salat. Jadi, pembangunan musala yang lebih representatif perlu dipertimbangkan,” tambahnya.
Waris menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU masih memiliki lahan yang cukup luas di belakang kantor bupati yang bisa dijadikan lokasi pembangunan musala.
“Ada lahan yang bisa dimanfaatkan di belakang kantor Bupati. Ini bisa menjadi opsi terbaik untuk pembangunan musala,” tuturnya.
Namun, ia menegaskan bahwa rencana ini masih sebatas wacana dan perlu dibahas lebih lanjut dengan pihak terkait sebelum direalisasikan.
“Ini perlu kita diskusikan lebih lanjut dengan Bupati dan instansi terkait lainnya,” pungkasnya.(adv)













































