Tenggarong– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat sebanyak 18.450 dosis vaksin untuk pencegahan Penyakit Kuku Mulut (PMK) pada hewan berkuku belah atau genap di lingkupnya.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Aji Ghazali Rahman menyebutkan, puluhan ribu vaksinasi ini terdiri dari dosis pertama, kedua, booster dan sudah diberikan kepada semua peliharaan hewan di Kota Raja. Di antaranya sapi, babi, kerbau serta kambing.
“Hewan-hewan yang sudah kita vaksin diberi tanda di telinga masing-masing,” ujarnya usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) mengenai Penanganan PMK di Hotel Borobudur, Jakarta pada Rabu (22/11/2022) kemarin.
Kata dia, pelaksanaan vaksinasi itu sudah dilakukan di sepuluh kecamatan yang tersebar di Kukar meliputi Kecamatan Tenggarong, Muara Kaman, Muara Badak, Anggana, Loa Janan, Sangasanga, Marangkayu, Samboja, Muara Jawa, dan Kota Bangun.
Dengan pendistribusian tersebut artinya jangkauan vaksinansi hewan di Kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini sudah mencapai 60 persen.
“Sampai sekarang pemberian vaksin baik dosis 1,2, dan booster terus kami salurkan untuk ternak-ternak lainnya di seluruh kecamatan di Kukar,” ucapnya.
Aji Ghazali Rahman juga mengatakan wabah PMK di wilayah Kukar pertama kali ditemukan di Kecamatan Loa Janan. Selain itu virus ini dapat bertahan di udara dengan radius mencapai sepuluh kilo meter (km).
Penyakit ini juga disebut sebagai air brone disease. Lantaran virus tersebut sangat kecil namun mampu menyebar sangat cepat dengan bantuan angin sampai ratusan kilo meter (km), akan tetapi tidak menular ke manusia sebab bukan jenis penyakit zoonosis.
“Tidak menular ke manusia, tapi harus tetap dilakukan koordinasi kabupaten kota di seluruh Indonesia, khususnya Kukar sebagai upaya pencegahan PMK secara cepat,” tuturnya.
Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat peternak sapi, kerbau, babi, kambing di Kota Raja menemukan gejala wabah PMK pada hewan mereka agar segera melapor ke Distanak.
“Langsung kita tangani segera supaya dengan memberi vaksin tiga kali seperti covid19 agar tidak menyebar luas,” tutupnya. (m)














































