Samarinda, linimasa.co – Dalam peningkatan kompetensi kepemimpinan untuk pejabat struktural di daerah, PUSLATBANG KDOD LAN menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XIV Tahun 2022 di Auditorium PUSLATBANG KDOD LAN Jl. H.M Ardans 2, Selasa (5/6/2022)
Kegiatan pelatihan kepemimpinan dibuka langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Kompetensi LAN RI Basseng mewakili Kepala LAN RI
Pada awal sambutannya Basseng mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kota/kabupaten yang telah mengirimkan pejabat strukturalnya untuk mengikuti pelatihan dan akan berkomitmen mengembangkan kompetensi pegawai terbaiknya untuk meningkatkan kualitas di instansinya masing – masing
Kemudian Basseng juga mengapresiasi kepada peserta yang memiliki kemauan untuk mengikuti pelatihan, Karena ada kebijakan publik yang mengharuskan ASN belajar, yang pada hari ini mengikuti peningkatan kompetensi kepemimpinan
Lebih lanjut Basseng menuturkan pelatihan kepemimpinan dapat diukur dari bagaimana para ASN melakukan perubahan. Seperti perubahan yang dilakukan oleh Gubernur dan Wali Kota/Bupati, maka ASN ikut melakukan perubahan itu

“Leader sesungguhnya yakni pertama kita sendiri yang menggagas perubahan, kemudian memobilisasi sendiri para bawahannya untuk melakukan perubahan yang sudah digagas” tuturnya
selanjutnya Basseng menjelaskan bagi LAN perubahan sangat penting baik itu dalam konteks bernegara, suatu negara akan maju dan berkembang apabila ada perubahan yang progresif, maka kita harus mengerjakan perubahan.
Menurut Basseng kepemimpinan adalah urgensi bernegara, dunia semakin bergegas dan perubahan berlangsung sangat cepat sekali. Maka dari itu kita harus adaptif terhadap lingkungan dan kondisi yang ada
“Banyak pelayanan yang dulunya manual sekarang bergeser ke digitalisasi. Oleh karena itu, perlu pemimpin yang dapat mengejar perubahan. Tanpa kepemimpinan yang baik kita sulit untuk mengejar perubahan” ungkapnya
Lebih lanjut ia menjelaskan masyarakat kita semakin pintar, salah satunya terkait pengembangan teknologi informasi. Cara-cara melayani di negara-negara maju pasti akan segera diketahui masyarakat. Maka tuntutan masyarakat semakin tinggi, meminta pemerintah untuk memberikan pelayanan semakin baik lagi
“Kita perlu pemimpin yang melayani masyarakat bukan dengan cara membungkam, tetapi memberikan kebutuhan kepada masyarakat dengan cara terbaik” tegasnya
Terkait materi pelatihan diungkapkan Basseng yang akan dibahas salah satunya adalah self mastery, materi untuk belajar memimpin diri sendiri, memimpin integritas, memimpin semangat, disiplin dan komitmen. Karena menurutnya banyak pemimpin yang berhasil sangat ditentukan dengan keberhasilan memimpin dirinya sendiri

Kepala PUSLATBANG KDOD LAN Muhammad Aswad pada sambutannya mengatakan pelaksanaan pelatihan dilaksanakan dengan kurikulum dan sistem terbaru untuk memenuhi
Kompetensi kepemimpinan strategis untuk mengatur manajemen ASN. Adapun total pembelajaran 923 jam, diantaranya materi pembelajaran agenda pengelolaan diri dan genda kepemimpinan strategis
Lebih lanjut ia menjelaskan tenaga pelatihan kepemimpinan akan menghadirkan dari pakar nasional dan kalangan akademisi seperti dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gajah Mada (UGM) dan penutupan akan dilaksanakan pada tanggal 11 November tahun 2022
Aswad menuturkan PUSLATBANG KDOD berkomitmen kuat untuk memberikan pelayanan terbaik dalam memberikan pelayanan kepada mitra strategis, salah satunya memberikan pelatihan yang berkualitas
“Pelatihan yang dilaksanakan untuk para pejabat struktural daerah dalam rangka peningkatan kompetensi kepemimpinan yang diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di instansinya masing – masing” tuturnya
Adapun Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XIV Tahun 2022 diikuti oleh sebanyak 60 orang peserta. Adapun peserta dari Pemprov Kaltim 4 orang, Samarinda 9 orang, Balikpapan 8 orang, Kukar 7 orang, Kubar 3 orang, PPU 2 orang, Paser 3 orang, Berau 4 orang, Tarakan 1 orang, Malinau 2 orang, Tana Tidung 2 orang, Bulungan 4 orang, Manado 4 orang, Mamuju Tengah 2 orang, kabupaten Kepulauan Selayar 2 orang, Kabupaten Sorong 3 orang














































