Samarinda – Program Kampung Zakat juga merupakan salah satu pendekatan agama terhadap pemberdayaan masyarakat. Hal ini karena posisi agama secara inheren menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat.
Wali kota Samarinda Andi Harun membuka Kampung Zakat Kelurahan Dadi Mulya Kecamatan Samarinda Ulu, pada acara Gerakan Dakwah Cinta Zakat yang diadakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Samarinda dan Kelurahan Dadi Mulya di Masjid Jabal Nur jalan Wolter Monginsidi Samarinda. Selasa (12/04/22).
Ia menegaskan potensi zakat kota Samarinda sangat besar dan apabila dikelola dengan benar, maka akan melahirkan muzaki baru yang akan tumbuh dan saling membantu, sehingga bisa ditargetkan untuk mendorong mewujudkan perekonomian kota yang maju, mandiri, berkerakyatan, dan berkeadilan.
“Islam memiliki dua keunggulan dibidang pemberdayaan ekonomi umat, yaitu zakat dan wakaf. Samarinda yang berpenduduk mayoritas muslim memiliki potensi zakat yang besar,” ujar Andi Harun memberikan sambutan.
Senada dengan Andi Harun, Ketua Baznas Kota Samarinda, Widiasmoro Eko Prawito menjelaskan, ada beberapa program penting yang digagas pada kampung zakat, diantaranya adalah program BPJS Ketenagakerjaan ditujukan kepada tiga ribu jiwa mustahik, program dakwah dan advokasi berupa pemberian bantuan langsung kepada 1000 mustahik.
“Menurut BPJS Ketenagakerjaan Samarinda bahwa program pemberian BPJS kepada imam, marbot masjid, mushollah atau langgar, guru ngaji dan petugas fardu kifayah merupakan yang pertama diadakan di pulau Kalimantan,” ungkap pria karib disapa Widi ini.
Ia menuturkan misi Baznas kota Samarinda ada lima, yakni menjadikan Baznas Samarinda sebagai Lembaga pemerintah non struktural yang terpercaya dan modern, Memaksimalkan literasi zakat dan peningkatan pengumpulan ZIS-DSKL secara masif dan terukur; memaksimalkan pendistribusian dan pendayagunaan ZIS-DSKL untuk mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan ummat, dan mengurangi kesenjangan sosial; Modernisasi dan digitalisasi pengelolaan zakat nasional dengan sistem manajemen berbasis data yang kokoh dan terukur; dan Meningkatkan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan terkait untuk pembangunan zakat.
“Salah satu aplikasi dari visi misi kami adalah adanya kampung zakat ini, yang nantinya bersinergi dengan kelurahan dan seluruh UPZ yang ada di kelurahan Dadi Mulya, ini pilot project Baznas Samarinda,” ungkapnya.
Program utama lainnya adalah pendayagunaan, dimana masyarakat baik secara perorangan maupun kelompok akan diberikan bantuan, pembinaan dan pendampingan dalam hal pengembangan ekonomi mikro.
“Baznas memiliki program Z-Mart, Z-Tor, Z-Chicken, Z-Laundry dan banyak lagi, semuanya masuk dalam program pemberdayaan untuk mustahik, nantinya akan dibina dan diharapkan mustahik ini menjadi muzakki,” jelasnya.














































