Samarinda, linimasa.co – Kelangkaan minyak goreng yang terjadi akhir-akhir ini di Kota Samarinda, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ketersediaan minyak goreng di pusat perbelanjaan atau minimarket sulit dicari.
Menindaklanjuti kelangkaan minyak goreng di pasaran, Pemkot Samarinda melalui Dinas Perdagangan mengadakan operasi pasar yang nantinya akan diadakan di setiap kelurahan di Kota Samarinda.
Khususnya pada Sabtu sore ini (12/3/2022) di Kelurahan Sidodadi, didistribusikan kepada 57 RT se-kelurahan Sidodadi
Sebelumnya Wali Kota Samarinda Andi Harun mengungkapkan saat ini pemerintah Kota Tepian telah menyediakan stok minyak murah sebanyak 222.222 liter yang akan disebar 59 kelurahan.
“Kami sudah menyiapkan 222.222 liter dan akan didistribusikan ke 59 kelurahan se-Kota Samarinda,” sebut Andi
Lebih lanjut Andi menjelaskan untuk efektivitas pendistribusian minyak goreng agar tepat sasaran ke masyarakat Kota Samarinda, penyaluran akan langsung ke setiap kelurahan di Kota Samarinda.
Muhammad Fahmi, Camat Samarinda Ulu yang hadir memantau di lokasi operasi pasar menerangkan setiap warga mendapatkan 2 liter minyak goreng dari operasi pasar ini. Hal ini dimaksudkan agar setiap warga merata mendapatkan minyak goreng yang disediakan oleh pemerintah
“Warga masing-masing mendapatkan 2 liter minyak goreng” terang fahmi
Dalam arahannya kepada masyarakat yang sudah mengantre, fahmi sekaligus menyampaikan permintaan maaf atas kekeliruan informasi yang sebelumnya disampaikan. Dikarenakan informasi semula yang diedarkan masyarakat akan mendapatkan 5 liter, namun agar pembagian dapat merata masing-masing masyarakat hanya boleh membawa pulang 2 liter minyak goreng
“Mohon maaf semula diinformasikan 5 liter ternyata 2 liter aja untuk pemerataan,” kata Fahmi menjelaskan kepada warga yang hadir.
Fahmi kemudian menjelaskan bahwa operasi pasar ini merupakan komitmen dari Walikota Samarinda Andi Harun, Dandim dan Kapolresta Samarinda untuk membantu masyarakat atas ketersediaan minyak goreng di Kota Samarinda
Fahmi berharap pembagian minyak goreng kepada masyarakat ini kedepannya dapat berjalan dengan lancar dan tertib, masyarakat dapat antre dengan menunjukkan Kartu Keluarga (KK)
“Kita berharap pembagian tahap 1 berjalan lancar, aman, tertib dan tidak ada masalah dengan menunjukkan KK bapak ibu,” ucapnya.
Di Kelurahan Sidodadi, sebanyak 8 ribu Kepala Keluarga (KK) yang mendapatkan jatah minyak goreng curah ini. Di mana tiap KK dijatah 2 liter dengan harga Rp 23.000,-.














































