Samarinda, linimasa.co – Wali Kota Samarinda, Andi Harun meresmikan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Jalan Otto Iskandardinata Gang Budiman, Kelurahan Sidodamai, Samarinda Ilir, Kamis (10/2/2022)
Kawasan perkotaan tentu tidak terlepas dari kawasan kumuh yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi. Tentu itu juga terjadi di kota Samarinda yang masih ada kawasan yang diklasifikasikan kawasan kumuh
Andi Harun menyebutkan kawasan ini termasuk tidak layak huni, karena sarana prasarana di kawasan tersebut tidak terpenuhi seperti air bersih, maupun kurangnya kesadaran masyarakat membuat septictank di setiap rumah
Dengan adanya program KOTAKU Andi berharap makin tahun makin meningkat jumlah kawasan yang bisa digarap dalam program KOTAKU
“Sehingga kita memiliki kota yang berkurang kawasan kumuhnya dalam rangka terwujudnya kota dengan lingkungan yang aman, nyaman, harmoni, dan lestari” ungkapnya
Kemudian ia menginstruksikan kepada kepala dinas terkait untuk juga memiliki perhatian lebih terhadap penanganan kawasan kumuh dengan mengalokasikan anggaran
“Saya juga sudah menginstruksikan kepada jajaran saya untuk mengalokasikan anggaran untuk meminimalisir kawasan kumuh di Kota Samarinda” tuturnya
Wali Kota Samarinda ini juga mengatakan di dalam SK Wali Kota Samarinda Nomor 663.2/404/HK-KS/XI/2020, terdapat 70,51 hektare dengan 9 kawasan dari 18 kelurahan permukiman kumuh di Kota Samarinda. Kemudian di tahun 2021, kawasan pemukiman kumuh di Kota Samarinda berkurang menjadi 53,02 hektare.
“Saya berharap proyek Program KOTAKU yang diresmikan hari ini, di antaranya infrastruktur, drainase, biofil, dan gerobak sampah di lingkungan RT 23, 25, dan 29 Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir ini dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya
Andi sekaligus mengingatkan kepada masyarakat dalam meningkatnya covid-19 untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dan terus memakai masker
Pewarta: Idil | Editor : Iqbal














































