Samarinda, linimasa.co – Musibah terjadi hampir di beberapa wilayah Indonesia, salah satunya erupsi gunung Semeru, jumlah korban yang mengungsi sekitar 3.697 jiwa, korban yang meninggal dunia untuk sementara 34 jiwa, luka-luka 56 orang dan hilang 17 orang, selain korban jiwa bencana alam gunung Semeru juga berdampak pada rumah-rumah warga, sampai saat ini tercatat 2.970 unit rumah yang terdampak (merdeka.com).
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) kota Samarinda yang memiliki jiwa sosial dan kepedulian yang tinggi yang juga merupakan bagian dari trilogi IMM itu sendiri yaitu Humanitas setelah mendapat kabar bencana alam tersebut, secara serentak IMM Kota Samarinda bersama seluruh Pimpinan Komisariat IMM di Kota Samarinda melakukan aksi sosial Galang dana untuk korban bencana alam Gunung Semeru. Sabtu (14/12/2021).
Aksi tersebut berlangsung hingga hari ini. Ketua PC IMM Samarinda, Bhanu Pariadin mengapresiasi warga Samarinda yang rela memberikan sebagian hartanya untuk membantu korban yang terkena bencana.

“semoga bantuan yang diberikan dapat membantu dan mengurangi beban saudara-saudara kita disana,” ujar Bhanu.
Bhanu mengatakan bahwa aksi galang dana dimulai pada pukul 16:15 s.d 17:25 yang terbagi dalam 4 kelompok sasaran titik aksi yaitu simpang empat fly over, simpang 4 Juanda-antasari (air putih), simpang 3 Suryanata dan simpang 4 sempaja. Donasi yang terkumpulkan sebanyak Rp 4.865.700.
Pada hari berikutnya, metode penggalangan dana disertai dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga yang ingin berdonasi.
“Karena semakin banyak donasi yang terkumpul maka semakin banyak peluang untuk meringankan beban mereka,” sambungnya.
Ia melanjutkan, kegiatan tersebut tentunya tidak sampai di situ saja, dirinya meminta kepada seluruh kader-kader IMM dan seluruh lapisan masyarakat Kota Samarinda untuk turut mendoakan agar bencana yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, dapat segera berakhir.
“Untuk seluruh anak bangsa Indonesia mari kita doakan saudara-saudara kita disana semoga dalam lindungan Allah SWT,” ajaknya.
Pewarta Idil














































