Samarinda, linimasa.co – Kepala LAN RI Adi Suryanto resmi melepas peserta pelatihan kepemimpinan nasional tingkat 2 angkatan XXI pada Senin (8/11/2021) di Aula Auditorium gedung Lembaga Administrasi Nasional Republik Indonesia (LAN RI) di jln HM Ardans Samarinda..
Acara pelepasan ini adalah sekaligus penutupan daripada serangkaian agenda pelatihan kepemimpinan nasional tingkat 2 angkatan XXI yang telah dilaksanakan di kota samarinda selama 17 minggu, terdapat 60 peserta yang mengikuti diklat tersebut yang berasal dari berbagai instansi dari 6 provinsi yang ikut serta dalam diklat ini.
Acara juga turut dihadiri oleh kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) Adi Suryanto dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi dan kepala Puslatbang KDOD LAN RI Samarinda Mariman Darto.
Adi suryanto dalam sambutannya menekankan tentang pentingnya visi dan inovasi dalam sebuah gagasan agar dapat dimanfaatkan di waktu yang akan datang
“karena reformasi membutuhkan pendekatan-pendekatan yang berbeda sehingga perlunya inovasi” kata Adi.
Adi juga berpesan bagi para peserta pemimpin lembaga dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional tingkat 2 ini untuk dapat menguasai masalah dalam instansinya
“jika anda ingin menjadi pemimpin yang baik maka anda harus mengetahui masalah terkecil dalam organisasi anda,” kata Adi.

Kepala Puslatbang KDOD Lan RI Samarinda Mariman Darto dalam laporannya menjelaskan bahwa Agenda pelatihan tersebut bertujuan untuk mengembangkan kompetensi kepemimpinan strategis yang akan berperan dalam melaksanakan tugas dan fungsi dalam instansinya masing-masing. Kurikulum pelatihan disusun untuk memenuhi kebutuhan kompetensi perubahan strategis pada jabatan tinggi aparatur sipil negara.
Metode pembelajaran yang diterapkan adalah blended learning karena terkait keterbasan dalam situasi pandemi covid – 19 ini. Kendati terasa berat namun pelatihan tetap dapat berjalan lancar.
PKN tingkat 2 ini merupakan strategi kebijakan peningkatan daya saing daerah di kawasan timur indonesia melalui peningkatan kualitas SDM. Mariman menilai bahwa isu isu yang diangkat dalam bermacam proyek yang di gagas dalam PKN ini merupakan isu penting yang diharapkan mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat
“ini merupakan isu penting dan sensitif dan harus didorong ke nasional agar mendapat perhatian dari pemerintah pusat,” kata Mariman Darto
Terdapat 20 kabupaten kota dan provinsi dan 3 lembaga negara yang bersatu membahas sebuah tema tentang kualitas SDM di Indonesia Timur. Produk hasil pelatihan ini peserta diharapkan dapat mengasah skill individu dan kemampuan strategisnya dalam menyelesaikan sebuah masalah secara inovatif.
Hadi Mulyadi juga berpesan dalam sambutannya agar tetap mendahuluan persatuan dan kesatuan, ia berharap agar solusi yang di hasilkan dapat tetap menjaga persatuan NKRI
“jangan sampai solusi yang dihasilkan malah menimbulkan perpecahan lain,kita harus tetap menjaga warisan dari nenek moyang kita,” Pungkas Jadi.
Kelulusan PKN Tingkat 2 ini didasari atas 4 aspek yaitu evaluasi pemahaman dan praktek kepemimpinan strategis,evaluasi kepemimpinan nasional tematik dan non tematik, evaluasi sikap dan perilaku serta evaluasi proyek perubahan
Dari seluruh peserta mengikuti pelatihan, semuanya lulus dengan rincian 10 peserta mendapatkan predikat sangat memuaskan, 46 peserta mendapat predikat memuaskan,dan 4 peserta mendapatkan predikat cukup baik.
Pewarta Axl Aldiansyah














































