Kutai Kartanegara, linimasa.co – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Jalan Padat Karya RT 08 Loa Duri Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara berdiri sejak 14 Juli tahun 2008, yang berasal dari filial SMPN 1 Loa Janan. Daya tampung SMPN 1 Loa Janan yang terletak di Desa Loa Duri Ilir, sudah tidak mampu menampung siswa baru pasalnya ruang belajarnya terbatas.
Melihat hal itu, seorang guru, Edwin Saini, dan juga panitia penerimaan siswa baru di SMPN 1 Loa Janan, berinisiatif mengusulkan pendirian SMPN 4 Loa Janan. Kendati telah berdiri, SMP Negeri 4 Loa Janan masih memiliki keterbatasan fasilitas, siswanya pun belum begitu banyak. Hari berganti, bulan pun berlalu, tahun berganti tahun, hingga akhirnya tahun 2019 Wulan Dwi Miharni dipercaya oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi kepala sekolah setelah dua rekan seprofesinya menjabat.
Kepala Sekolah SMPN 4 Loa Janan, Wulan mengatakan dirinya berkomitmen untuk meningkatkan kinerja dan program pendidikan yang sesuai dengan visi misi sekolah. Wulan mengaku bahwa infrastruktur adalah salah satu faktor pendukung penting dalam pengembangan potensi siswanya. Pada tahun 2019 SMPN 4 Loa Janan mendapatkan suntikan dana melalui anggaran perubahan Kemendikbud. Sehingga pihaknya langsung menggencarkan pembangunan infrastruktur seperti pembangunan ruang kantor, kemudian anggaran di tahun 2020 untuk pembangunan gapura sekolah dan ruang perpustakaan. Selain itu sekolah ini mendapatkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk renovasi ruang kelas.

“Jadi pada tahun 2020 kami akhirnya mendapat bantuan langsung melalui anggaran perubahan Kemendikbud sehingga kami langsung menyalurkannya untuk pembangunan infrastruktur,” kata Wulan.
Meski siswanya tidak lebih dari 200 orang, namun prestasi yang diraih tidak kalah dengan sekolah lain yang lebih dahulu berdiri. Terbukti dengan direbutnya anugerah Juara ketiga Mayoret dalam kejuaraan Drumband tingkat provinsi Kalimantan Timur, Juara 3 Lomba Paduan Suara tingkat provinsi serta segudang prestasi lainnya.
Kendati masih terbilang seumur jagung dirinya memimpin, Wulan mampu merubah wajah SMPN 4 Loa Janan dengan pembangunan infrastruktur dan fasilitas sekolah yang memadai.
“Untuk fasilitas belajar kami sediakan jaringan internet, pengadaan perangkat lab komputer, perpustakaan, hingga perangkat lab sains. Saya berharap dengan adanya fasilitas ini, guru maupun murid dapat mempergunakannya dengan baik, terutama di masa pandemi ini, semuanya serba online dan digital,” ungkap Wulan kepada linimasa.co
Dia menambahkan fasilitas penunjang pembelajaran sangat berkaitan dengan perkembangan dan tantangan masa depan seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, globalisasi yang sangat cepat, era informasi, dan berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan memicu sekolah untuk merespon tantangan sekaligus peluang itu. Untuk itu SMP Negeri 4 Loa Janan memiliki citra moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang yang diwujudkan dalam Visi Sekolah.
“Dalam menghadapi abad ke-21 maka sekolah mengembangkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Sehingga visi sekolah adalah Terciptanya Insan yang Beriman, Berbudi luhur, Berprestasi, Berbudaya, Berkarakter dan Sadar Lingkungan. Ada penambahan yaitu sadar lingkungan karena SMP Negeri 4 Loa Janan ditunjuk oleh pemerintah sebagai sekolah Adiwiyata,” tambahnya.

Belajar Daring
Dalam menghadapi situasi pandemi covid – 19. Pemerintah pusat memberlakukan pembelajaran secara daring demi menghindari resiko terjadinya infeksi virus Covid – 19. Wulan mengaku merasa sangat terkendala dengan hal tersebut pasalnya dengan fasilitas yang belum memadai saat itu dan juga keterbatasan beberapa siswanya dalam hal ketersediaan perangkat elektoronik.
“jujur kami sangat terkendala sekali dengan pembelajaran daring ini karena peserta didik kami tidak semuanya memiliki gawai dan sinyal internet,” kata wulan.
Menyiasati itu, Wulan menyiasati dengan melaksanakan Pendidikan Tatap Muka Terbatas (PTMT), bagi peserta didik di lingkungan sekolah yang tidak memiliki perangkat elektronik pendukung maupun jaringan internet. Dalam PTMT ini hanya diperuntukan bagi beberapa siswa saja yang sangat membutuhkan, serta dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“jadi disaat pandemi ini kami melaksanakan PTMT hanya diperuntukan bagi peserta didik yang sangat membutuhkan dan wajib mematuhi protokol kesehatan, pakai masker, cek suhu tubuh sebelum masuk kelas, cuci tangan dan duduk berjarak,” kata Wulan.
Selain itu, lanjutnya, sekolah juga menyediakan perangkat handphone (gawai) bagi beberapa peserta didik yang tidak dapat melaksanakan PTMT.
“kami juga menyediakan gawai bagi beberapa peserta didik di tiap kelas yang memang sangat membutuhkan agar dapat tetap melaksanakan kegiatan belajar-mengajar,” tutur Wulan.

Ekstrakulikuler
Untuk meningkatkan minat dan bakat siswa, Wulan mengaku menggalakkan program ekstrakurikuler (Ekskul) diantaranya Drumband, Seni Tari, Paduan Suara, Volly, Pramuka, dan juga ekskul Podcast yang baru saja di launching. Ekskul podcast ini sendiri dibangun selain sebagai sarana untuk mengenalkan SMPN 4 Loa Janan kepada masyarakat juga sebagai sebagai sarana penyaluran kreatifitas siswa. Menurut Wulan, ke depan siswa yang akan mengelola ekskul podcast ini namun tetap dalam bimbingan guru dan staff sekolah
“saat ini masih dalam tahap kaderisasi sehingga untuk sementara hostnya masih diisi oleh saya sendiri, untuk peserta didik sementara dalam proses pelatihan,” tutur Wulan.
Wulan juga berharap dari Ekskul Podcast ini dapat menarik minat calon peserta didik dalam PPDB mendatang.
“saya berharap dari ekskul podcast ini dapat memberikan wawasan serta pengetahuan dan juga dapat menarik minat calon peserta didik,” harapnya.
Saat ini SMPN 4 Loa Janan memiliki Akreditasi B, dengan jumlah peserta didik tahun ini sebanyak 166 orang dan memiliki 20 tenaga pengajar dan tenaga administrasi sekolah.
Pewarta Axl














































