Samarinda, linimasa.co – Program studi (Prodi) Teknik Geologi Universitas
Muhammadiyah Kalimantan Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD), Kamis (24/6/2021).
Dalam kegiatan ini dihadiri stakeholder terkait meliputi asosiasi profesi dan program studi, instansi pemerintah, perusahaan, kontraktor hingga praktisi geologi.
Rektor UMKT Prof. Dr. Bambang Setiaji, dalam sambutannya menyambut baik kegiatan FGD. Dirinya mendorong kemajuan teknologi, yang diperuntukan nantinya guna pelestarian lingkungan dan pembangunan.

“UMKT memandang penting pemanfaatan teknologi informasi yang baik, antara lain dalam bidang drone hingga satelit. Perspektif pelestarian lingkungan menjadi bagian dari misi UMKT, selaras dengan rencana pembangunan ibu kota negara di Kalimantan Timur yang berkonsep ‘kota hutan’ yang ramah lingkungan,” ucap Bambang.
Dalam pemaparan yang disampaikan Ketua prodi Teknik Geologi, Ir. Fajar Alam, S.T., M.Ling dirinya menyampaikan, ragam visi misi prodi yang utamanya fokus pada pendidikan berkualitas di bidang Teknik Geologi.
“Prodi Geologi berfokus berdasarkan nilai-nilai keislaman, kegiatan penelitian dengan mempertimbangkan potensi kearifan lokal, pelayanan kepada masyarakat untuk penyelesaian tantangan sosial dan lingkungan serta pengembangan program kerja sama dengan instansi pemerintah dan swasta serta asosiasi profesi di tingkat regional, nasional dan internasional,” ujarnya.
Fajar menambahkan, terdapat empat peminatan yang ada pada prodi ini meliputi mitigasi dan konservasi lingkungan, geowisata, sumber daya energi dan sumber daya mineral.
Selain itu Fajar juga menyampaikan alasan dilaksanakan FGD yakni, guna memperkenalkan Prodi Teknik Geologi dan mengajak para stakeholder untuk berkerjasama.
“FGD ini bertujuan untuk mendapatkan arahan, masukan konstruktif dari para stakeholder untuk pengembangan program studi Teknik Geologi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur sebagai wadah pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat bidang kegeologian di Kalimantan Timur.”
“Kami mengenalkan keberadaan Prodi Teknik Geologi UMKT sebagai mitra penyedia lulusan teknik geologi yang Islami dan berwawasan lingkungan, mitra dalam penelitian dan pengabdian masyarakat bidang kebumian di timur Kalimantan,” tambahnya.
Dr. Ir. Burhannudinnur, M.Sc. sebagai Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) memberikan paparan perihal pilar utama geologi yang meliputi pengelolaan bidang kegeologian berupa sumberdaya geologi (migas, batubara, panas bumi,mineral, air tanah), penanganan bencana geologi (gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, tanah longsor, banjir, dan lain-lain), lingkungan terkait dengan geologi hingga peran geologi terhadap pembangunan infrastruktur.
“Perubahan-perubahan revolusi industri, global dan new normal menjadi tantangan bagi Pendidikan Tinggi Kebumian terutama bidang riset dan terapan yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang timbul akibat revolusi 4.0 dan globalisasi. Pendidikan Tinggi Kebumian harus peka terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat, dalam memberikan rekomendasi serta solusi,” terangnya.
Salahuddin Husein, S.T., M.Sc., Ph.D. dalam penjelasannya selaku Ketua Asosiasi Program Studi Teknik Geologi se-Indonesia (ASPRODITEGI) menyarankan profil lulusan Teknik Geologi. Setidaknya ada empat poin penting yang dirinya sampaikan, yakni:
1) Ahli teknik geologi pemula (junior geological engineering) di bidang sumber daya geologi, geologi lingkungan dan kebencanaan, geologi teknik, dan hidrogeologi.
2) Asisten peneliti di bidang sumber daya geologi, geologi lingkungan dan kebencanaan, geologi teknik, dan hidrogeologi.
3) Asisten pengajar / akademisi dan pranata laboratorium.
4) Konsultan/praktisi pemula di bidang sumber daya geologi, geologi lingkungan dan kebencanaan, geologi teknik, dan hidrogeologi.

Sejumlah saran yang membangun diberikan oleh para stakeholders meliputi perluasan jaringan kerja sama dengan pemerintah daerah maupun prodi sejenis, peningkatan pemberian wawasan praktis dari praktisi perusahaan, adaptasi terhadap revolusi industri 4.0, hingga keselarasan kurikulum dengan keperluan pengguna lulusan di perusahaan maupun sektor lain dan dukungan secara umum terhadap keberadaan prodi Teknik Geologi UMKT.
Dalam kesempatan yang sama Satyogroho dari PT. Timah melalui pesan tertulis menyampaikan pentingnya pengembangan energi baru terbarukan maupun geometalurgi bagi peningkatan manfaat dari biji logam (metal ore).
Menanggapi banyaknya saran yang disampaikan. Fajar mengucapkan terima kasih atas saran dan tanggapan positif atas FGD yang dilakukan dan berharap kelak dapat segera menindaklanjuti kemungkinan kerja sama dengan ragam stakeholders yang ada.
“Beberapa perusahaan telah membuka kesempatan untuk berkegiatan bersama dengan prodi Teknik Geologi UMKT sebagai bagian dari bentuk nyata dukungan terhadap prodi yang memiliki komitmen di pemajuan pendidikan geologi di Kalimantan Timur. Oleh karena itu, milenial muda diharapkan tak ragu lagi untuk kuliah di prodi Teknik Geologi UMKT demi masa depan yang gemilang di era yang amat dinamis ini,” ucapannya dengan semangat.
Diketahui sejumlah peserta yang hadir antara lain unsur pemerintah meliputi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Samarinda, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur.
Unsur perusahaan bidang pertambangan antara lain Kaltim Prima Coal, Freeport Indonesia, Multi Harapan Utama, Bumi Resources Mineral, Kutai Energi, Khotai Makmur Insan Abadi, Mahakam Sumber Jaya, Arzara Baraindo Energitama, Bidang jasa pertambangan antara lain Pamapersada Nusantara site Baya. Jasa eksplorasi Inti Bangun Mulya dan Bumi Energi Aza. Perusahaan bidang wisata kebumian meliputi Geowisata Nusantara, Atourin Teknologi Nusantara, selain sejumlah praktisi dan perusahaan jasa konstruksi, Mahika.














































