Bontang – Pemerintah berencana membuka kembali alur pelayaran Bontang – Palu – Mamuju. Hal ini mendapat dukungan dari Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina. Menurutnya penyeberangan dengan rute tersebut dapat memangkas waktu, biaya akomodasi perjalan dan sirkulasi pasokan bahan pokok pun lancar.
Amir menambahkan rute Bontang-Palu-Mamuju tentunya akan memberikan dampak ekonomi yang bai bagi kota Taman ini. Selain itu, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota Samarinda dan Balikpapan.
“Perjalan yang ditempuh kan makin singkat, Bontang Mamuju cuma 8 jam, Bontang Palu cuma 5 jam, kalau lancar. Memangkas banyak waktu kan,” ujarnya
Sialin itu, adanya rute tersebut bukan hanya dinikmati oleh masyarakat Bontang tetapi juga masyarakat Kutai Timur dan Kutai Kartanegara.
“Nanti roda ekonomi Bontang akan berputar cepat, mereka yang singgah dari luar kota kan pasti butuh penginapan, makanan dan lainnya bahkan UMKM pun bisa terdampak dengan dibukanya rute ini,” paparnya
Pihaknya pun telah melakukan peninjauan pada kapal cepat milik PT Sahabat Mulia Samarinda. Kondisi kapal dinilai layak digunakan dengan jarak tempuh yang terbilang singkat.
“Kapal ini lebih cepat dan lumayan memangkas waktu, meski harga agak lebih mahal sedikit dari kapal feri biasa tapi saya yakin masyarakat mau memilih kapal cepat,” jelasnya
Tarif sekali jalan Bontang-Palu-Mamuju dikenakan tarif Rp 500 ribu perorang.













































