Samarinda, linimasa.co – Pandemi covid-19 masih saja meraja lela. Dikutip dari rilis Dinas Kesehatan Samarinda per tanggal 26 Januari 2021 kasus terkonfirmasi positif covid sebanyak 8.226 kasus, dalam perawatan 645 kasus, sembuh 7.336 kasus dan meninggal 245 kasus.
Bukan hanya itu akibat yang ditimbulkan oleh covid, dari segi politik dan ekonomi pun terdampak parah. Pasalnya banyak perusahaan yang harus merumahkan karyawannya bahkan ada yang di PHK. Selain dampak negatif, dampak lain yang ditimbulkan adalah tumbuhnya industri kreatif yang mulai menjamur di tengah masyarakat.
Sama halnya dengan ibu satu anak ini, Vina (40), dirinya mampu mengubah tantangan menjadi peluang. Dirinya bercerita tentang asal muasal memulai usahanya yang baru. Diawali dari melihat adanya pembatasan kegiatan masyarakat yang berlaku sehingga sebagian besar orang menjadi enggan keluar rumah, bekerja dari rumah dan beraktivitas hanya di sekitar rumah.
Melihat peluang itu, berbekal pelatihan yang diikuti di Mom Preneurs, sebuah program besutan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Timur, dia membuat kelompok usaha kreatif bernama Bakung Cookies.
“Saya beserta rekan bu Yuni, bu Riris dan bu Rara, berkumpul setiap akhir pekan untuk membuat kue kering,” ucapnya

Dalam sekali kumpul, Vina beserta rekannya membuat kue kering dengan berbagai model, minimal 10 toples yang dibandrol dengan harga Rp 50 ribu pertoples ukuran 300 gram
“Ada konsumen yang memang sudah pesan duluan atau PO, ada juga yang memang kita jual langsung,” tambahnya
Sistem penjualan yang dilakukan berupa offline, dengan menjual hasil produk ke teman dan kerabat mereka, kemudian dijual secara daring (online) melalui media sosial, baik Facebook, Instagram dan WA grup
“Kunci agar dalam pandemi masih bisa bertahan, ya harus memanfaatkan digitalisasi, namun kami sebagian besar emak-emak jadi masih perlu bantuan,” ujarnya sambil tertawa saat dihubungi awak linimasa.co
Kendati demikian, pihaknya tetap berusaha memanfaatkan teknologi yang mereka miliki. Foto produk misalnya, Vina menggunakan smartphone untuk mengambil gambar
“Kami pake Hp saja untuk ambil gambarnya, yang penting kalau kami rasa gambarnya sudah enak dipandang, ya kami pakai hasil itu,” lanjutnya
Dari hasil penjualan, lanjut Vina, setelah dipotong modal usaha, sebagian profit disimpan untuk dijadikan tambahan modal, dan sisa lainnya dibagi rata dengan rekan lainnya.
“Ya hasilnya kami bagi berempat, sebagian kami sisihkan untuk modal ke depan.” kisahnya
Sektor kreatif dan resolusi industri 4.0
Menurut Ketua Forum Manajemen Indonesia (FMI) Kal-Tim-Tara, Rahmawati, para pelaku industri kreatif harus bisa memanfaatkan teknologi berbasis digital, atau digitalisasi, karena itu merupakan kunci utama perkembangan industri kreatif.
“Kemajuan teknologi kan punya banyak ruang untuk berkreasi, bisa bereksplorasi dari hasil kreatifitas, inilah yang menjadi cikal bakal industri kreatif,” ucapnya saat dihubungi linimasa.co
Rahma mencontohkan adanya industri kreatif di bidang multimedia, pelajar SMP mampu membuat video kreatif tentang kuliner, menjadi konten menarik dan menghasilkan pendapatan. Ibu-ibu membuat masker, membuat aneka makanan dan minuman yang dijual secara online di media sosial
“Implementasi kebijakan pemerintah untuk social distancing adalah menghindari keramaian artinya aktivitas interaksi langsung pasti berkurang, nah solusinya adalah pemanfaatan teknologi digital.” jelasnya
Teknologi digital atau industri 4.0 ini dimanfaatkan oleh pelaku industri kreatif dalam membangun, memasarkan atau mengeksplore produknya. Selain itu, lanjutnya, pelaku insudtri kreatif harus memperhitungkan kelangsungan usahanya
“Supaya industri kreatif bisa bertahan maka juga harus dihubungkan dengan inklusi keuangan, agar dapat melakukan transformasi usaha di era ini,” lanjut dosen fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Mulawarman Samarinda
Industri kreatif harus diseriusi dan diberi ruang yang luas, karena industri kreatif itu yang paling siap karena sudah memanfaatkan teknologi digital terupdate sehingga dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi bangsa
“Industri kreatif akan menciptakan generasi muda bangsa yang siap dan mampu menjadi kreatifpreneur nantinya berdampak pada perekonomian Indonesia,” jelasnya
Pewarta Syahir | Editor Audric














































