SAMARINDA – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, resmi menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XV tingkat Kecamatan Loa Janan Ilir yang digelar di Kelurahan Sengkotek, Minggu malam. Penutupan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, dan masyarakat yang telah berperan aktif menyukseskan pelaksanaan MTQ. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana membentuk generasi Qur’ani serta menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“MTQ ini bukan hanya tentang membaca Al-Qur’an, tetapi bagaimana nilai-nilainya hidup di tengah keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tingginya semangat kebersamaan warga selama pelaksanaan kegiatan. Di tengah keterbatasan yang ada, masyarakat justru menunjukkan kekuatan gotong royong dan kepedulian dalam mendukung suksesnya acara keagamaan tersebut.
Menurutnya, dukungan dari masyarakat dan para donatur menjadi bukti nyata bahwa pembangunan kehidupan religius dapat tumbuh melalui kolaborasi bersama.
Kepada para peserta, Wakil Wali Kota berpesan agar terus meningkatkan kemampuan serta menjadikan MTQ sebagai motivasi untuk belajar lebih baik lagi, baik bagi peserta yang meraih prestasi maupun yang belum berhasil.
“Terus belajar dan tingkatkan kemampuan. Jadikan ini motivasi untuk lebih baik,” pesannya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Samarinda turut menyerahkan penghargaan kepada para juara umum. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk semakin mencintai dan mendalami Al-Qur’an.
Saefuddin Zuhri juga mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, bukan sekadar dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Plt Camat Loa Janan Ilir, Aditya Koesprayogi, menyampaikan bahwa MTQ XV berjalan lancar meskipun dilaksanakan dalam keterbatasan anggaran. Kondisi tersebut justru memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Partisipasi warga sangat tinggi selama kurang lebih 12 hari pelaksanaan. Ini bukti kuatnya nilai kebersamaan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an terus tumbuh sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Loa Janan Ilir. (adv)














































