SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia dengan menghadirkan program Sekolah Lansia. Salah satu wujudnya adalah peresmian Sekolah Lansia St. Matilda yang berlokasi di Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir.
Peresmian program tersebut dilakukan oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, sebagai bagian dari upaya mendorong terwujudnya lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat. Kegiatan ini juga menjadi hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Mangkupalas.
Dalam sambutannya, pihak gereja menyampaikan bahwa program ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus wadah untuk mempererat kebersamaan di kalangan lansia. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan manfaat dalam menjaga kesehatan fisik maupun mental.
Kepala DPPKB Kota Samarinda, Deasy Apriani, menjelaskan bahwa Sekolah Lansia merupakan program strategis yang mengedepankan pendekatan edukatif dan promotif guna meningkatkan kualitas hidup lansia. Program ini dirancang untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan yang mendukung kemandirian dan kesejahteraan di usia lanjut.
Sekolah Lansia St. Matilda diikuti oleh 30 peserta yang tergabung dalam kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa bulan sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi para lansia di wilayah tersebut.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, memberikan apresiasi atas semangat para lansia yang tetap aktif mengikuti kegiatan pembelajaran. Ia menilai, keberadaan lansia yang aktif dan produktif dapat menjadi inspirasi serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
“Sekolah lansia bukan hanya tempat belajar dalam arti sempit, tetapi juga ruang untuk berbagi pengalaman, saling menguatkan, serta menegaskan bahwa usia lanjut tetap dapat dijalani secara aktif dan bermartabat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan melalui pemeriksaan rutin, pola makan seimbang, serta aktivitas fisik yang teratur. Selain itu, penguatan mental dan spiritual juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup lansia.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Samarinda berharap dapat melahirkan lansia yang tangguh, mandiri, dan tetap berperan aktif di tengah masyarakat. Keberadaan Sekolah Lansia juga diharapkan mampu mendorong pembangunan yang lebih inklusif dengan melibatkan seluruh lapisan usia dalam kehidupan sosial. (adv)














































