SAMARINDA – Pelaksanaan silaturahmi Ramadan bagi keluarga besar Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Samarinda berlangsung hangat dan penuh makna, Senin (16/3/2026), di GOR Segiri. Acara yang dirangkai dengan buka puasa bersama, pelantikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) KKSS Provinsi Kalimantan Timur dan Kota Samarinda, serta penyerahan santunan kepada anak yatim piatu ini menjadi momen mempererat kebersamaan antarwarga KKSS dengan pemerintah dan masyarakat.
Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, dalam sambutannya menekankan pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai budaya Bugis-Makassar, yang dikenal sebagai Pangadereng. Filosofi ini memandang pemimpin sebagai “kayu lurus” yang matang, kokoh, bijaksana, dan mampu menyeimbangkan tanggung jawab serta integritas dalam memimpin.
Andi Harun juga menyampaikan pesan spiritual kepada masyarakat yang hadir. Ia mengingatkan agar ibadah dan nilai-nilai Ramadan tidak berhenti pada bulan suci saja, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya menjadi Rabbaniyun, yaitu individu yang konsisten dalam ketaatan dan amal baik sepanjang waktu, tidak hanya saat Ramadan.
“Umat Islam diharapkan tidak hanya menjadi Ramadhaniyun, yang semangat beribadah hanya saat Ramadan, tetapi mampu menjadi Rabbaniyun, yakni pribadi yang tetap istiqamah menjalankan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Andi Harun.
Kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat solidaritas sosial melalui penyerahan santunan secara simbolis kepada anak-anak yatim piatu, yang menunjukkan kepedulian sosial keluarga besar KKSS. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang dialog dan penguatan relasi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan.
Terkait pelantikan LBH KKSS, Wali Kota menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas. Lembaga tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan hukum yang adil bagi masyarakat, tanpa menciptakan permasalahan baru.
“LBH harus menjalankan perannya secara profesional dan berintegritas, membantu masyarakat dalam menemukan keadilan dan kebenaran, bukan justru mencari-cari perkara yang tidak perlu dipersoalkan,” tegas Andi Harun.
Dalam sambutannya, Andi Harun menekankan netralitas pemerintah dalam pemilihan kepemimpinan organisasi KKSS. Pemimpin sebaiknya lahir dari kesepakatan anggota, berjalan mandiri, dan tetap menjaga marwah organisasi.
“Pemimpin KKSS harus lahir dari kehendak seluruh anggota organisasi. Pemerintah tetap netral dan tidak memberikan dukungan kepada calon manapun,” jelasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausyiah oleh Ketua MUI Provinsi Kalimantan Timur, KH. Muhammad Rasyid, serta rangkaian ibadah salat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah, menutup kegiatan silaturahmi dengan penuh khidmat.
Wali Kota mengakhiri sambutannya dengan mengajak seluruh warga KKSS menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi, dan menjadikan organisasi sebagai wadah pemersatu serta pengayom masyarakat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf menjelang Hari Raya Idulfitri atas segala kekhilafan, baik secara pribadi maupun dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah. (adv)














































