KUTIM – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kutai Timur mengalami penyesuaian selama bulan Ramadan. Perubahan tersebut mencakup pola distribusi, sasaran penerima, hingga jenis menu yang disediakan.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) APT Pranoto di Sangatta Utara menjadi salah satu unit yang menerapkan skema baru tersebut. Pada masa libur sekolah hingga Senin (23/2), penyaluran difokuskan kepada balita, ibu hamil, serta layanan Posyandu, dengan distribusi awal dilakukan di Posyandu Anggrek, Gang Volvo.
Kepala SPPG APT Pranoto, Dinand Ananda Perdana, menjelaskan bahwa selama Ramadan dapur MBG menyiapkan menu kering dengan daya tahan antara empat hingga enam jam. Seluruh makanan diproduksi secara mandiri di dapur internal tanpa menggunakan bahan instan atau produk siap saji pabrikan.
Menu yang disiapkan antara lain roti, puding, dan risol yang diolah langsung oleh tim dapur. Penyesuaian bentuk makanan dilakukan agar tetap layak konsumsi dengan jadwal distribusi yang digeser ke waktu siang.
Setelah kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung, pembagian untuk sekolah dijadwalkan pada pukul 11.00 hingga 12.00 Wita. Pergeseran waktu ini dilakukan untuk menghindari pembagian makanan pada pagi hari yang berpotensi mengganggu siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Saat ini, SPPG APT Pranoto melayani enam sekolah dan satu posyandu, yakni SD Star Generation, TK Star Kids, SDN 014 Mujur Jaya, SMK Negeri 1 Sangatta Utara, SMA Negeri 1 Sangatta Selatan, SMP Negeri 5 Sangatta Utara, serta satu posyandu layanan.
Selain penyesuaian jadwal dan menu, aspek keamanan pangan juga menjadi perhatian utama. Pendataan alergi dilakukan sebelum distribusi sebagai langkah antisipasi, menyusul adanya kasus keracunan makanan di daerah lain. Data dikumpulkan melalui formulir daring maupun lembar isian manual, dan dapur menyiapkan alternatif menu khusus bagi penerima dengan kondisi alergi tertentu.
Dinand menegaskan, pelaksanaan MBG tetap berfokus pada penyediaan makanan langsung kepada penerima manfaat. Hingga kini belum terdapat arahan resmi terkait perubahan skema menjadi bantuan tunai. Pihak pelaksana menyatakan siap mengikuti kebijakan baru apabila nantinya diterbitkan, namun untuk saat ini program tetap berjalan dengan penyesuaian teknis selama Ramadan. (adv)














































