KUTIM – Upaya memperkuat struktur ekonomi Kabupaten Kutai Timur terus didorong melalui strategi hilirisasi dan diversifikasi sektor unggulan. Ketua Dewan Presidium Kutim Hebat, Abdul Haris, menilai arah pembangunan ekonomi daerah saat ini masih bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga perlu pembenahan fondasi agar pertumbuhan lebih berkelanjutan dan mandiri.
Menurutnya, pengembangan industri kelapa sawit menjadi produk bernilai tambah seperti crude palm oil (CPO) dan berbagai produk turunannya harus menjadi prioritas. Selain itu, sektor pertanian dan perikanan dinilai memiliki potensi besar untuk ditingkatkan produktivitas serta nilai ekonominya.
Haris menegaskan bahwa penguatan infrastruktur ekonomi dan sistem logistik menjadi prasyarat penting guna mendukung percepatan pertumbuhan. Tanpa dukungan sarana yang memadai, optimalisasi sektor unggulan akan sulit tercapai secara maksimal.
Sejalan dengan gagasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah menyiapkan sembilan langkah strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah tersebut mencakup penguatan anggaran, pengendalian stabilitas harga kebutuhan pokok, peningkatan investasi, hingga penguatan produktivitas sektor-sektor unggulan.
Tujuan utama dari strategi ini adalah mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), membuka lapangan kerja, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Haris menekankan bahwa stabilitas dan pemerataan pembangunan menjadi kunci utama ketahanan ekonomi daerah. Agenda peningkatan PAD juga dipandang sebagai prioritas agar Kutai Timur memiliki daya saing yang lebih kuat dalam jangka panjang.
Ia menyebut, implementasi langkah strategis tersebut perlu dijalankan secara terukur oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dengan mengacu pada visi dan misi 50 Program ARMY, yakni membangun daya saing berkelanjutan melalui hilirisasi produk unggulan daerah.
Selain itu, peran organisasi pemerintah maupun non-pemerintah sebagai bagian dari ekosistem kelembagaan ekonomi juga diharapkan mampu berfungsi sebagai jembatan dalam menarik investor, termasuk dari luar negeri. Kondusivitas daerah dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Kutai Timur.
Dengan pemetaan potensi dan solusi yang tepat, transformasi ekonomi diharapkan mampu membuka babak baru pembangunan daerah yang lebih mandiri, inklusif, dan berkelanjutan. (adv)














































