KUTIM – Komunitas My Trip My Adventure (MTMA) Kabupaten Kutai Timur memperingati satu dekade kiprahnya melalui kegiatan Borneo Camp yang digelar pada Sabtu malam (24/1/2026). Berlangsung di halaman belakang Rumah Jabatan Wakil Bupati Kutim, kawasan Bukit Pelangi, kegiatan tersebut menjadi ruang temu lintas komunitas sekaligus sarana memperkenalkan potensi pariwisata daerah.
Ketua Panitia pelaksana, Andi Sarwan, menjelaskan bahwa peringatan hari jadi ke-10 MTMA Kutim tidak hanya dimaknai sebagai perayaan internal, tetapi juga sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan nilai-nilai sosial yang selama ini menjadi bagian dari identitas komunitas.
“Kami berharap kegiatan ini mampu mempererat silaturahmi antaranggota yang selama ini aktif di bidang petualangan sekaligus kegiatan sosial,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Ketua MTMA Kutim, Sorayha Alvianty. Ia menegaskan bahwa komunitas MTMA memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya lokal. Dengan dukungan berbagai pihak, ia optimistis MTMA Kutim akan terus tumbuh menjadi ruang positif bagi generasi muda di daerah.
Perhelatan tersebut juga mendapat perhatian dari tingkat nasional dengan kehadiran Ketua TransTV Community, Tommy Setiawan. Ia memberikan apresiasi terhadap kekompakan MTMA Kutim yang dinilainya menonjol dibandingkan regional lainnya di Indonesia.
“Kutim termasuk regional yang paling solid. Ke depan, kami akan terus mendukung melalui publikasi media dan promosi. Bahkan, ada rencana kolaborasi bersama Gekrafs, Kemenpora, dan Kementerian Pariwisata dalam agenda nasional mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi yang hadir sekaligus membuka area rumah dinasnya sebagai lokasi perkemahan, menekankan pentingnya keberadaan komunitas sebagai sarana menumbuhkan kebahagiaan masyarakat. Menurutnya, kesejahteraan di era saat ini tidak hanya diukur dari aspek material, tetapi juga dari kepuasan batin melalui hobi dan aktivitas positif.
“Sekarang orang tidak hanya mencari sejahtera, tetapi juga bahagia. Komunitas seperti MTMA menjadi ruang untuk menyalurkan hobi yang memberi kebahagiaan,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mahyunadi juga memaparkan potensi wilayah Kutai Timur yang memiliki luas mencapai 32.942 kilometer persegi, bahkan melampaui luas Provinsi Jawa Barat. Ia mengungkapkan rencana pembangunan jalan tembus menuju Desa Sandaran yang ditargetkan mulai dikerjakan tahun ini melalui skema anggaran multiyears, yang diyakini akan membuka akses ke berbagai destinasi wisata baru.
“Jika akses jalan ke Sandaran terwujud, potensi wisata baru akan terbuka. Panorama alamnya tidak kalah indah. Kutim memiliki tiga unsur penting pariwisata, yakni panorama, budaya, dan religi,” jelasnya.
Mahyunadi juga mengajak komunitas dan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas pemerintah bagi kegiatan positif dengan tetap berkoordinasi sesuai prosedur. Kegiatan Borneo Camp ditutup dengan penampilan tari kreasi Dayak dan Kutai yang menambah semarak suasana dan memperkuat nuansa budaya lokal. (adv)













































