Program Indonesia Pintar (PIP) terus didorong pemerintah daerah sebagai salah satu upaya strategis menekan angka putus sekolah sekaligus memperluas pemerataan pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, baik tingkat kabupaten maupun provinsi, menegaskan pentingnya pemanfaatan PIP secara tepat sasaran bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu.
Plt. Kepala Bidang Pendidikan SMP Disdikbud Kutai Kartanegara, Emi Rosana Saleh, menyebut PIP menjadi instrumen penting dalam memastikan keberlanjutan pendidikan siswa, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah. Pemerintah daerah, kata Emi, terus mengawal penyaluran agar bantuan benar-benar sampai kepada penerima yang berhak. Ia mengapresiasi kegiatan sosialisasi penyaluran PIP yang mempertemukan langsung pihak pemberi dan penerima bantuan, termasuk dukungan BNI dan BRI dalam proses pembuatan rekening hingga distribusi dana secara cepat dan tepat.
Senada, Kepala Seksi Menengah Kejuruan Cabdin Pendidikan Wilayah 3 Kukar, Ahmad Badwi, menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan PIP di tingkat SMP, SMA, MA, hingga SMK. Ia menyoroti pentingnya sosialisasi agar sekolah memastikan manfaat program benar-benar diterima siswa. Pemerintah daerah juga memfokuskan perluasan akses bantuan pendidikan hingga wilayah pelosok yang memiliki hambatan jarak dan transportasi. Dari sekitar 32 ribu siswa SMA dan SMK di Kukar, seluruhnya diharapkan dapat terjangkau program bantuan pendidikan tersebut.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya, Disdikbud berharap PIP dapat tersalurkan secara transparan, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan pendidikan anak-anak di Kutai Kartanegara. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk menekan angka putus sekolah dan mewujudkan pemerataan pendidikan bagi seluruh anak bangsa.













































