Kutai Kartanegara – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menetapkan sedikitnya 47 program intervensi pembangunan yang akan diarahkan khusus untuk Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada periode 2025–2029. Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan daerah serta mendorong transformasi ekonomi Kukar dalam beberapa tahun ke depan.
Intervensi tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari kesehatan, pendidikan, infrastruktur konektivitas, hingga penguatan ekonomi produktif. Di bidang kesehatan, pemerintah menargetkan pemerataan akses dan peningkatan kualitas layanan, terutama bagi masyarakat di wilayah kecamatan dan desa. Sementara pada sektor pendidikan, sejumlah program penting telah disiapkan, termasuk peningkatan biaya operasional sekolah, pemberian seragam gratis, revitalisasi SMK sesuai keunggulan daerah, serta pembangunan sekolah unggulan SMAN 3 Tenggarong.
Pada sektor ekonomi, Pemprov Kaltim mendorong penguatan pelaku usaha melalui bantuan permodalan dan pembinaan UMKM. Selain itu, pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal juga menjadi fokus, misalnya melalui pengembangan desa wisata seperti Kedang Ipil, Pela, Enggelam, dan Samboja, serta penguatan kawasan perdesaan agroekowisata Separi Sejahtera.
Pemerintah juga menekankan perbaikan layanan dasar dan infrastruktur, seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni, pengendalian banjir, pembangunan SPAM Regional Mahakam untuk memperluas layanan air bersih, serta penyediaan internet gratis di setiap desa sebagai langkah pemerataan akses digital. Peningkatan konektivitas jalan turut menjadi bagian dari program prioritas guna mendukung mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Rangkaian 47 program intervensi tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan Kukar sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh hingga tahun 2030.














































