Kutai Kartanegara — Perekonomian Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diproyeksikan terus menguat pada tahun 2025. Berdasarkan dokumen perencanaan daerah, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kukar diproyeksikan meningkat dari 5,62 persen pada 2024 menjadi 5,70 persen pada baseline 2025. Pemerintah daerah bahkan menetapkan target ambisius, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 7,71 persen pada 2030.
Penguatan ekonomi ini disebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang daerah dalam memperkuat struktur ekonomi, sekaligus mempersiapkan Kukar sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di Kalimantan Timur.
Selain aspek ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga terlihat dari naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada 2024, IPM Kukar berada di angka 76,57, dan diproyeksikan meningkat menjadi 76,86 pada 2025. Pemerintah menargetkan angka tersebut dapat mencapai 79,41 pada tahun 2030.
Peningkatan IPM ini mencakup perbaikan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak sebagai elemen penting pembangunan manusia.
Tren positif juga terlihat pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Pada 2024, TPT Kukar tercatat sebesar 4,11 persen. Angka tersebut diproyeksikan menurun menjadi 3,85–4,00 persen pada 2025. Pemerintah menargetkan penurunan berlanjut hingga mencapai rentang 3,00–3,18 persen pada 2030.
Penurunan TPT ini diharapkan dapat didorong melalui penyediaan lapangan kerja yang lebih luas, khususnya di sektor unggulan daerah.
Upaya pengentasan kemiskinan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Pada 2024, tingkat kemiskinan Kukar berada pada angka 7,28 persen. Target 2025 menempatkan penurunan pada kisaran 6,68–6,95 persen. Pemerintah juga memasang target jangka panjang agar angka kemiskinan dapat ditekan lebih jauh hingga kisaran 4,20–5,24 persen pada 2030.
Strategi penurunan kemiskinan akan difokuskan pada peningkatan pendapatan masyarakat, penguatan perlindungan sosial, serta pemberdayaan kelompok rentan.
Dengan berbagai progres dan target tersebut, Kabupaten Kutai Kartanegara diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur. Sektor-sektor seperti pangan, perkebunan, perikanan, dan agroindustri akan menjadi motor utama penggerak ekonomi daerah.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memastikan bahwa manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.













































