Kukar – Dunia kesenian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan perkembangan pesat. Hingga pertengahan 2025, sebanyak 104 kelompok seni telah resmi terdaftar dan mengantongi Nomor Induk Kesenian (NIK), sebuah legalitas penting untuk mendukung keberlangsungan dan pengembangan kesenian daerah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar mencatat, sejak 2017, kelompok seni yang terdaftar mayoritas bergerak di bidang seni tari, kuda lumping, dan musik tradisional. Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong pelaku seni untuk melengkapi legalitas kelompok mereka. “Kami selalu mengingatkan kepada setiap kelompok seni yang baru terbentuk, agar segera mengurus NIK di Disdikbud. Ini penting agar mereka bisa lebih leluasa berkembang,” ujar Puji saat dikonfirmasi, Kamis (24/7/2025).
Puji menjelaskan, NIK bukan sekadar formalitas, melainkan syarat utama bagi kelompok seni untuk tampil di event besar, baik lokal maupun nasional. “NIK menjadi bukti legal bahwa mereka aktif dan diakui,” tambahnya. Selain itu, NIK juga menjadi dasar pendataan dan pembinaan oleh pemerintah, dengan masa aktif dua tahun yang harus diperpanjang secara berkala untuk memantau keaktifan kelompok seni.
Nursandi, pembina Sanggar Tari Lentera dari Muara Badak, mengakui manfaat nyata dari kepemilikan NIK. “Dengan terdaftarnya sanggar kami, banyak event yang kini mengundang kami tampil. Ini membuktikan bahwa legalitas itu penting untuk membangun kepercayaan,” katanya.
Untuk memperoleh NIK, kelompok seni perlu menyiapkan sejumlah dokumen, seperti surat permohonan kepada Kepala Disdikbud Kukar, surat keterangan domisili, fotokopi KTP pengurus inti, AD/ART, susunan pengurus, foto plang sekretariat, denah lokasi, berita acara pembentukan, daftar hadir rapat, dan fotokopi NIK lama bagi yang memperpanjang. Berkas yang lengkap dapat diserahkan langsung ke kantor Disdikbud Kukar untuk diproses.
Puji berharap pelaku seni di tingkat kecamatan dan desa, baik di bidang tari, sastra, musik, maupun lainnya, tidak ragu mendaftarkan kelompok mereka. “Ini demi kemajuan kesenian daerah kita bersama,” tegasnya. Dengan semakin banyak kelompok seni yang terdaftar, kesenian Kukar diharapkan terus hidup dan berkembang.(adv)













































