KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memperkuat upaya penurunan angka stunting melalui pendekatan berbasis data dan inovasi, menjadikan Kukar sebagai rujukan studi banding daerah lain. Dalam acara serah terima Data Keluarga Berisiko Stunting (KRS) bersama BKKBN Kalimantan Timur di Kantor Bupati Kukar pada Kamis (13/03/2025), Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengungkapkan tren positif penurunan stunting hingga mencapai 14% pada akhir 2024.
Sunggono menjelaskan bahwa berbagai program telah dijalankan, termasuk Rumah Besar Pengentasan Kemiskinan (RBPK) yang berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk memastikan intervensi tepat sasaran.
“RBPK menyasar keluarga berisiko stunting, sehingga bantuan lebih terfokus,” ujarnya. Program Raga Pantas untuk Stunting juga diperkuat, menangani 70% kasus stunting yang dipicu pola hidup orang tua, seperti kebiasaan merokok, melalui pendekatan holistik lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Langkah lain adalah program Bhakti Pantas dengan lima indikator utama untuk identifikasi dan penanganan stunting. “Angka stunting turun dari 27% pada 2021 menjadi 16,5% pada September 2024, dan kini 14,6%,” kata Sunggono.
Ia menambahkan bahwa pendekatan ini mirip penanganan pandemi COVID-19, dengan melibatkan dokter anak untuk intervensi langsung dan alokasi anggaran untuk pemberian makanan bergizi (PMB) sebelum adanya program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, dr. Nurizky Permanajati, mengapresiasi komitmen Kukar. “Data KRS mempermudah identifikasi dan intervensi spesifik, tidak hanya pada nutrisi, tetapi juga pencegahan stunting agar tidak ada kasus baru,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya data sebagai dasar kebijakan yang efektif, sesuai Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.
Sunggono menegaskan gerakan “No Stunting” untuk mencegah kasus baru dan berharap data KRS memperkuat kebijakan yang tepat sasaran. “Sinergi lintas OPD dan kerja sama dengan BKKBN Kaltim akan terus ditingkatkan untuk mewujudkan Kukar bebas stunting,” tutupnya.(adv)













































