Mahakam Ulu – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mahakam Ulu nomor urut 3, Angela Idang Belawan dan Suhuk, mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kampung Mamahak Teboq saat menggelar kampanye dan sosialisasi program pada Selasa (13/5/2025). Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan harapan agar pasangan ini mampu merealisasikan sejumlah program prioritas, khususnya di sektor infrastruktur, pendidikan, dan jaringan internet.
Salah seorang warga, Regina, mengungkapkan kesan positif atas kehadiran pasangan tersebut. Ia menilai Angela-Suhuk sebagai sosok yang ramah dan peduli terhadap masyarakat.
“Kesannya baik, mereka datang bersama rombongan yang peduli dengan masyarakat di sini. Harapannya, apa yang disampaikan oleh pasangan nomor 3 bisa benar-benar dilaksanakan jika mereka terpilih,” ujarnya.
Regina juga mencermati antusiasme tinggi warga terhadap kegiatan kampanye tersebut.
“Masyarakat di sini sangat antusias menyambut mereka, dari pasangan sebelumnya sampai sekarang,” ucapnya.
Menurutnya, Angela dan Suhuk adalah pemimpin yang merakyat dan mudah berbaur dengan warga.
“Ibu Angela dan Pak Suhuk tampak ramah dan rendah hati, bisa berbaur dengan masyarakat. Ini memang pertama kalinya mereka datang, tapi kesannya sangat baik. Harapannya, mereka tidak melupakan masyarakat di Mamahak Teboq setelah acara ini,” tambahnya.

Ia juga menyuarakan sejumlah kebutuhan mendesak masyarakat, terutama infrastruktur jalan dan pemerataan jaringan internet.
“Jalan dalam kampung sudah cukup baik, tapi ada satu akses di jembatan Payang yang sudah rusak parah dan perlu diperbaiki. Begitu juga jalan menuju Kampung Data Bilang, kondisinya rusak berat. Padahal akses itu sangat penting bagi warga,” jelasnya.
Regina menambahkan, perbaikan jalan sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi warga yang mayoritas bergantung pada usaha kecil.
“Kalau jalannya baik, proses ekonomi di kampung juga bisa berjalan lebih lancar,” katanya.
Terkait jaringan internet, ia mengungkapkan bahwa Starlink sudah mulai digunakan, meski sebagian besar masih dipasang secara mandiri oleh warga.
“Sekarang sudah ada Starlink, tapi bukan dari pemerintah daerah. Kami pasang sendiri. Untuk fasilitas umum seperti gereja atau balai kampung, itu sudah dibantu program daerah,” paparnya.
Regina juga mengapresiasi program beasiswa yang pernah ia rasakan.
“Program beasiswanya sangat membantu. Saya sendiri kuliah dengan beasiswa stimulan, adik saya juga merasakannya. Semoga program ini terus berlanjut,” harapnya.
Dalam kampanye tersebut, turut hadir Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Edi Oloan Pasaribu, yang memberikan dukungan penuh kepada pasangan Angela-Suhuk.
“Saya hadir di sini sebagai kader PAN dan anggota DPR RI untuk menyatakan dukungan penuh kepada pasangan Angela-Suhuk. Ini adalah perjuangan untuk merebut kembali kemenangan,” tegasnya.
Edi menilai pasangan tersebut membawa semangat keberlanjutan terhadap program-program yang telah berjalan dan siap melakukan evaluasi terhadap hal-hal yang perlu diperbaiki.
“Kita butuh program jangka panjang. Saya sudah berdiskusi dengan Bu Angela, dan beliau memberikan respons yang sangat baik,” katanya.
Ia pun optimistis Angela-Suhuk akan meraih kemenangan dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dijadwalkan pada 24 Mei mendatang.
“Dari pengalaman PSU di daerah lain, umumnya dimenangkan oleh pasangan sebelumnya. Saya berharap Mahakam Ulu juga demikian,” ujarnya.
Dalam sesi dialog bersama warga, pasangan calon menanggapi berbagai aspirasi masyarakat, termasuk usulan pemekaran kampung.
“Saya sudah terima suratnya. Kita akan telusuri lebih lanjut, dan jika disetujui, kami siap memperjuangkannya,” kata Suhuk.
Terkait infrastruktur dan jaringan internet, pasangan ini menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi konkret.
“Kita bisa membeli Starlink untuk setiap RT, atau satu unit untuk tiga rumah agar jaringan semakin kuat. Kami ingin kampung ini tidak tertinggal informasi,” jelas Angela.
Ia juga menyatakan komitmen untuk melanjutkan pembangunan jalan hingga ke Ujoh Bilang guna memastikan akses pendidikan dan mobilitas warga tidak terganggu.
“Kami tidak akan meninggalkan kampung yang berada di wilayah paling ujung. Tidak akan ada pembangunan yang berhasil jika masih ada wilayah yang tertinggal,” pungkasnya.














































