TENGGARONG – Kecamatan Sangasanga, yang dikenal sebagai Kota Juang di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini menghadirkan terobosan baru dalam pengalaman wisata sejarah melalui SIMATA Pejuang (Sistem Informasi Mandiri Wisata Kota Juang). Inovasi digital ini memungkinkan pengunjung mengakses informasi sejarah hanya dengan memindai barcode yang terpasang di monumen bersejarah, langsung dari ponsel mereka.
Camat Sangasanga, Dachriansyah, menyebut SIMATA Pejuang sebagai langkah inovatif untuk memajukan wisata sejarah di wilayahnya. Sistem ini lahir dari gagasan staf kecamatan yang terinspirasi dari pelatihan kepemimpinan, dan kini menjadi alat edukasi modern yang praktis.
“Dengan SIMATA Pejuang, pengunjung cukup scan barcode di monumen, lalu informasi sejarahnya langsung muncul di layar ponsel. Ini cara kami mempermudah akses pengetahuan tentang perjuangan heroik Sangasanga,” ujar Dachri saat ditemui di Kantor Kecamatan Sangasanga, Sabtu (3/5/2025).
Saat ini, sistem barcode telah terpasang di lima monumen, termasuk Monumen Perjuangan dan Tugu Merah Putih, yang menjadi saksi bisu peristiwa Merah Putih 1947. Dachriansyah berencana memperluas cakupan SIMATA Pejuang ke seluruh situs sejarah di Sangasanga, bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kukar untuk memastikan semua monumen dilengkapi barcode.
“Kami ingin setiap situs bersejarah di Sangasanga terhubung dengan sistem ini. Kolaborasi dengan Dispar Kukar sedang kami jajaki agar implementasinya lebih cepat dan menyeluruh,” tambahnya.
Dachriansyah menekankan bahwa pengembangan wisata sejarah tidak hanya soal preservasi situs, tetapi juga tentang menyediakan infrastruktur dan informasi yang memadai. “Kami tidak ingin pengunjung pulang dengan tangan kosong. Mereka harus mendapat pengalaman yang kaya dan informatif,” katanya.
Inovasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata Sangasanga, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai destinasi edukasi sejarah di Kalimantan Timur. “SIMATA Pejuang adalah jembatan antara sejarah dan generasi masa kini. Kami ingin kisah perjuangan 1947 terus hidup dan menginspirasi, sekaligus mengundang lebih banyak wisatawan dari luar daerah,” tutup Dachri penuh harap.(adv)













































